Le Bris Sebut Laga Sunderland vs Coventry Babak Baru yang Harus Ditulis

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 22:18:31 WIB
Pelatih Sunderland Regis Le Bris menegaskan timnya siap menghadapi Coventry di Premier League.

BANTEN — Regis Le Bris menegaskan Sunderland tidak boleh larut dalam tekanan jadwal padat jelang lawatan ke markas Coventry di Premier League. Pelatih asal Prancis itu menyebut pertemuan kedua tim sebagai babak baru yang harus ditulis, bukan beban yang dikeluhkan.

Gelandang Enzo Le Fée menjadi arsitek momen paling dikenang dalam sejarah terbaru Sunderland. Tendangan sudut kaki kanannya di menit ke-120+20 melengkung ke koridor abu-abu yang membingungkan kiper Coventry, sebelum Dan Ballard menyambutnya dengan sundulan keras yang membentur mistar gawang dan masuk.

Gol itu memaksa laga semifinal play-off Championship 2025 berakhir 1-1 dan mengantar Sunderland menang agregat 3-2. Stadion of Light berguncang, Le Bris sempat tampak bingung sebelum wajahnya berubah gembira, sementara Frank Lampard terpaku di pinggir lapangan.

Dari Wembley ke Liga Eropa, Kini Ancaman Kekalahan Kedua

Kepercayaan diri para pemain pada visi Le Bris berbuah manis. Sunderland menaklukkan Sheffield United di final play-off, lalu finis ketujuh di Premier League musim lalu dan lolos ke Liga Eropa.

Musim ini ceritanya berbeda. Sunderland baru mengoleksi satu kemenangan liga dan bakal menghadapi Coventry yang dilatih Lampard, tim promosi yang kini menghuni peringkat ke-19.

Le Bris menolak menjadikan jadwal padat sebagai alasan. Kemenangan 3-2 atas Brentford di Piala Carabao tengah pekan justru menambah kepadatan agenda, tetapi ia menilainya sebagai kondisi yang diinginkan.

Kutipan Le Bris: Setiap Laga Punya Cerita Baru

"There’s always a new story and a new chapter to write," kata Le Bris.

"This game will be an exciting one with our intention to be us, show up with our identity, our pillars, our foundations and, after that, the game will be the game. Coventry have won twice in the Premier League so they are competitive. The Premier League is a new chapter for them but they are still efficient."

Ia juga menegaskan tak akan mengeluh soal jadwal. "You won’t hear me complaining about this new journey, the busy schedule," ujarnya. "This is exactly where we want to be, with the opportunity to play regularly in Europe, to be competing in the Premier League and the domestic cups too."

Masalah Skuad: Sayap Kanan dan Striker Cadangan Tak Kunjung Datang

Le Bris disebut kecewa dengan bursa transfer musim panas. Sunderland gagal mendatangkan winger kanan yang lama diburu dan striker siap Premier League sebagai pelapis Brian Brobbey serta pesaing Wilson Isidor.

Cedera Brobbey dan Isidor belakangan membuka celah tipis di lini depan. Direktur sepak bola Florent Ghisolfi sebenarnya dikenal punya buku kontak luas di Eropa, tetapi perombakan di ruang transfer turut berdampak.

Sporting director Kristjaan Speakman dan kepala rekrutmen Stuart Harvey hengkang dalam setahun terakhir. Harvey kini menjabat technical director di Stoke.

Kritik Mukiele dan Sinyal Perbaikan

Bek Nordi Mukiele sempat menuduh rekan setimnya bersikap arogan. Pertemuan di ruang ganti digelar, dan Le Bris merasa lebih tenang setelah hasil imbang 0-0 melawan Leeds di kandang.

"We saw Sunderland on the pitch today," kata Le Bris. "We showed we want to embrace the challenge. We were ourselves."

Rekrutan musim panas Malick Fofana, winger 21 tahun asal Belgia seharga £30 juta dari Lyon, belum konsisten di sisi kiri. Penampilan membaik saat melawan Brentford memberi harapan, sementara Le Fée tetap menjadi poros permainan Le Bris.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top