Banten Tutup Kejurnas Catur ke-51 dengan Posisi Runner-up, 967 Pecatur dari 34 Provinsi Berlaga

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:46:01 WIB
Gubernur Banten Andra Soni menutup Kejurnas Catur ke-51 di Convention Hall UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Kota Serang.

SERANG — Gubernur Banten Andra Soni resmi menutup Kejurnas Catur ke-51 di Convention Hall UIN Sultan Maulana Hasanuddin, kawasan Palima. DKI Jakarta keluar sebagai Juara Umum, Banten menyusul di posisi kedua, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati peringkat ketiga.

Lompatan Banten terbilang tajam. Pada Kejurnas 2025, tuan rumah hanya finis di peringkat keenam. Tahun ini Banten naik empat tingkat dan menggeser sejumlah provinsi yang selama ini menjadi langganan papan atas.

967 Pecatur dari 34 Provinsi Turun di Kota Serang

Ketua Pengprov Percasi Banten M. Amin Lukman melaporkan, Kejurnas Catur ke-51 diikuti 967 peserta yang berasal dari 34 provinsi. Jumlah itu menjadikan Kota Serang sebagai tuan rumah dengan kepesertaan merata dari seluruh Indonesia.

Amin menyebut gelaran ini bukan sekadar kejuaraan. Menurutnya, Kejurnas menjadi langkah strategis dan persiapan Pengprov Percasi Banten menuju tuan rumah PON 2032 mendatang.

"Terima kasih atas dukungan Bapak Gubernur Banten Andra Soni beserta jajaran. Kejurnas ini juga menjadi langkah strategis dan persiapan Pengprov Percasi Banten menuju tuan rumah PON 2032 mendatang," kata Amin.

Gubernur: Catur Melatih Keputusan, Bukan Sekadar Permainan

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan pembangunan daerah tidak berhenti pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan karakter, pengembangan potensi generasi muda, serta penciptaan SDM tangguh dan berdaya saing masuk di dalamnya.

Andra menilai catur punya kontribusi langsung pada proses pembentukan karakter tersebut. Catur melatih konsentrasi, kemampuan analitis, kecermatan, dan pengendalian emosi.

"Catur adalah tentang cara berpikir, kemampuan membaca situasi, keberanian mengambil keputusan, kesabaran menunggu momentum, dan kesanggupan menerima konsekuensi dari setiap langkah yang diambil. Kemampuan pemikiran strategis ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks," ungkapnya.

Gubernur mendorong pembinaan catur diperkuat berjenjang, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, hingga klub catur. Ia berharap semakin banyak talenta muda Banten bersinar di tingkat nasional maupun internasional.

"Kepada para juara, teruslah berprestasi dan jangan cepat berpuas diri. Bagi yang belum menang, jangan kehilangan semangat untuk terus berlatih. Dan kepada para pelatih serta pengurus, teruslah membina dan membuka jalan bagi lahirnya generasi pecatur unggul Indonesia," pesannya.

DKI Jakarta Tuan Rumah 2026, PB Percasi Siapkan Liga Catur

Sekjen PB Percasi Nanang Surahman Agung Pujalaksana menilai turnamen ini menjadi cara terbaik meningkatkan prestasi sekaligus tolok ukur evaluasi latihan atlet. Rakernas Percasi yang digelar bersamaan juga menetapkan DKI Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas tahun depan.

"Selain Kejurnas, kami juga telah melaksanakan Rakernas Percasi. Keputusannya antara lain menetapkan DKI Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas tahun depan. Insyaallah, tahun depan PB Percasi juga akan mulai menggulirkan liga catur," tutup Nanang.

Bagi Banten, hasil di Kota Serang menjadi pijakan awal. Sejumlah agenda menanti, dari pembinaan klub hingga persiapan menjadi tuan rumah PON 2032.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: persepsi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top