BANTEN — Luas permukaan balok dihitung dengan rumus L = 2 × (pl + pt + lt), dan soal ini rutin muncul di pelajaran matematika SD. Simak penjelasan lengkapnya, mulai dari pengertian balok, rumus volume, hingga contoh soal yang bisa langsung dipraktikkan bersama si kecil di rumah.
Balok adalah bangun ruang yang dibatasi enam bidang berbentuk persegi atau persegi panjang, dengan 12 rusuk dan 8 titik sudut. Tiga kelompok rusuknya terdiri dari panjang (p), lebar (l), dan tinggi (t).
Karena bentuknya bangun ruang, balok bisa dihitung isi dan permukaannya. Volume dihitung dengan mengalikan ketiga ukuran rusuk, sementara luas permukaan dihitung dari total seluruh sisinya.
Rumus luas permukaan balok disusun sebagai berikut:
L = 2 × (pl + pt + lt)
Keterangan: L adalah luas permukaan (cm²), p adalah panjang (cm), l adalah lebar (cm), dan t adalah tinggi (cm).
Balok punya tiga pasang sisi berukuran sama. Itulah alasan setiap sisi pada rumus dikalikan dengan angka 2.
Selain luas permukaan, si kecil juga perlu memahami cara menghitung isi balok. Rumusnya:
V = p × l × t
Keterangan: V adalah volume (cm³), p adalah panjang (cm), l adalah lebar (cm), dan t adalah tinggi (cm).
Berbeda dengan kubus yang semua rusuknya sama panjang, balok minimal punya satu sisi dengan ukuran berbeda. Karena itu, ketiga ukuran dikalikan langsung tanpa diringkas jadi satu variabel.
Contoh pertama: sebuah balok tertutup memiliki panjang 8 cm, lebar 6 cm, dan tinggi 4 cm. Berapa luas permukaannya?
Diketahui p = 8 cm, l = 6 cm, dan t = 4 cm. Masukkan ke rumus L = 2 × (pl + pt + lt).
L = 2 × (8×6 + 8×4 + 6×4) = 2 × (48 + 32 + 24) = 2 × 104 = 208 cm². Jadi, luas permukaan balok tersebut 208 cm².
Contoh kedua: lebar dan tinggi sebuah balok berturut-turut 3 cm dan 2 cm. Jika luas permukaannya 62 cm², berapa panjang balok itu?
Diketahui l = 3 cm, t = 2 cm, dan L = 62 cm². Susun persamaan 62 = 2 × (3p + 2p + 6).
Hasilnya 62/2 = 3p + 2p + 6, lalu 31 ? 6 = 5p, sehingga 25 = 5p dan p = 5. Panjang balok tersebut adalah 5 cm.
Kubus adalah bangun ruang yang semua sisinya berbentuk persegi dan kongruen. Jumlah sisinya enam, rusuknya 12, dan titik sudutnya delapan.
Luas permukaan kubus dihitung dengan rumus L = 6s², dengan s adalah panjang sisi kubus. Sementara volumenya dihitung dengan V = s³.
Contoh: luas seluruh sisi kubus 216 cm². Cari dulu panjang rusuknya lewat 216 = 6s², sehingga s² = 36 dan s = 6 cm. Volume kubus itu adalah 6³ = 216 cm³.
Materi luas permukaan dan volume balok biasanya mulai dikenalkan di kelas 5–6 SD. Jika si kecil masih sering tertukar antara rumus luas dan volume, dampingi dengan menggambar jaring-jaring balok terlebih dahulu.
Cara ini membantu anak melihat langsung mana yang dimaksud "permukaan" dan mana yang dimaksud "isi". Latihan rutin dua sampai tiga soal sehari biasanya cukup membuat konsepnya menempel.
Menguasai rumus luas permukaan balok membuka jalan untuk materi bangun ruang lain di jenjang berikutnya. Mulailah dari soal sederhana, lalu tingkatkan perlahan sesuai kemampuan anak.