BPBD Kota Tangerang mencatat nilai kerugian akibat 138 peristiwa kebakaran sepanjang Juli-Agustus 2026 mencapai Rp6,23 miliar. Kerugian terbesar terjadi pada Juli 2026 senilai Rp5,71 miliar, sementara Agustus tercatat Rp520 juta. Kebakaran lahan dan TPA mendominasi jenis objek yang terbakar dengan total 71 kejadian.
TANGERANG — Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyebut kerugian terbesar muncul dari kebakaran di Kecamatan Benda pada Juli 2026 dengan perkiraan mencapai Rp5 miliar. Menurutnya, kejadian itu menunjukkan kebakaran tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi masyarakat.
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Tangerang mencatat 73 kejadian kebakaran pada Juli dan 65 kejadian pada Agustus 2026.
Kecamatan Pinang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi, yakni 19 kejadian selama dua bulan tersebut. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Periuk dengan 18 kejadian.
Kecamatan Batuceper dan Ciledug masing-masing mencatat 14 kejadian. Sementara Kecamatan Tangerang tercatat 11 kejadian dan Karang Tengah 10 kejadian.
Empat kecamatan lain, yakni Cibodas, Karawaci, Neglasari, dan Cipondoh, masing-masing mencatat sembilan kejadian. Adapun Kecamatan Benda tercatat enam kejadian, sedangkan Jatiuwung dan Larangan masing-masing lima kejadian.
Kebakaran lahan dan tempat pembuangan akhir (TPA) mendominasi kejadian selama dua bulan tersebut dengan total 71 kejadian. Rinciannya, 34 kejadian pada Juli dan 37 kejadian pada Agustus.
Kebakaran permukiman tercatat 20 kejadian, kebakaran tempat usaha 14 kejadian, dan kebakaran industri tujuh kejadian. "Kebakaran juga terjadi pada gardu atau tiang kabel listrik, kendaraan, lapak atau tempat pembuangan limbah, serta kategori lainnya," ujar Mahdiar.
BPBD Kota Tangerang mencatat sejumlah dugaan penyebab kebakaran, mulai dari korsleting listrik, kompor, bara rokok, hingga penyebab yang belum diketahui. Pada Juli, terdapat 18 kejadian yang diduga disebabkan korsleting listrik, dua kejadian akibat kompor, dan 38 kejadian dengan penyebab yang belum diketahui.
Pada Agustus, korsleting listrik diduga menjadi penyebab 13 kejadian, kompor enam kejadian, bara rokok dua kejadian, dan 32 kejadian lainnya belum diketahui penyebabnya.
BPBD Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada kondisi kering yang meningkatkan risiko kebakaran sampah, lahan kosong, dan tumbuhan kering.
"Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan serta menjaga lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran," kata Mahdiar.