BANTEN — Academy of Motion Picture Arts and Sciences resmi memindahkan siaran Oscar ke YouTube mulai 2029, tepatnya edisi ke-101 ajang tersebut. CEO Bill Kramer menyebut langkah ini sebagai cara menjangkau penonton global, dengan siaran gratis yang diterjemahkan ke 30 bahasa. Keputusan ini diambil setelah audiens televisi Oscar 2026 tercatat turun ke 17,86 juta penonton.
Bill Kramer menyampaikan pembelaan itu dalam sesi bertajuk "The Theatrical Box Office Resurgence! How to Get Audiences' Attention in the Era of Social Media and Online Platforms?" di Zurich Film Festival Summit. Ia tampil bersama sineas Kane Parsons, Presiden dan Chief Content Officer Mattel Robbie Brenner, serta co-president Sony Pictures Classics Michael Barker.
Bagi Kramer, memindahkan Oscar ke YouTube bukan langkah gegabah. Sebaliknya, ia menilai menahan diri dari perubahan itulah yang justru berisiko.
Kramer menegaskan bahwa YouTube adalah jalan terbaik untuk menjangkau audiens global yang lebih luas. Ia menyebut organisasinya kini bergerak makin mendunia, dan basis penggemar film serta seniman muda paling besar ada di platform itu.
Ia juga mengakui ada pergerakan balik yang menarik: sejumlah kreator YouTube justru kini melangkah ke layar lebar, seperti yang ditunjukkan Parsons lewat Backrooms. Academy sendiri tetap organisasi yang merayakan perfilman teater, tetapi Oscar pada dasarnya adalah pertunjukan televisi yang butuh audiens besar.
"As we become more global as an organization, the best way for us to reach a global audience of film lovers, film fans, [and] young artists is YouTube," ujar Kramer.
Ia menambahkan, saat ini penonton Oscar di luar Amerika Serikat lebih banyak dibanding di dalam negeri. YouTube dinilai memberi Academy kendali lebih besar untuk berinteraksi langsung dengan basis penggemar, sesuatu yang menurutnya sulit dilakukan dengan skema siaran sekarang.
Ketika ditanya Deadline apakah kerja sama ini berisiko, Kramer menjawab tegas tidak. Ia justru melihat peluang besar karena kesepakatan baru berlaku pada 2029, atau edisi ke-101 Oscar.
Setiap bulan, porsi penonton televisi yang beralih ke YouTube terus bertambah. Kramer menyebut angka itu meningkat konsisten, sehingga ia tidak menganggap perpindahan ini sebagai taruhan.
"Not at all. It almost feels risky to not do it because we're looking at the future," katanya.
Ia tetap memuji Disney dan ABC sebagai mitra yang luar biasa selama ini, dan kerja sama itu akan berlanjut dua tahun ke depan. Meski begitu, Kramer mengaku sudah berdiskusi intens dengan CEO YouTube Neal Mohan dan timnya.
Ia menjanjikan Oscar nanti akan tampil sangat berbeda, dengan format yang lebih interaktif dan mendalam dibanding siaran saat ini. Soal nilai kesepakatan, Kramer hanya menyebutnya sebagai "deals yang bagus".
Kesepakatan ini tidak hanya mencakup malam puncak Oscar. YouTube juga akan menayangkan sejumlah konten pendukung, mulai dari pre-show karpet merah hingga konten behind-the-scenes selama acara berlangsung.
Pengumuman nominasi Oscar, Governors Awards, Oscars Nominees Luncheon, Student Academy Awards, dan Scientific and Technical Awards masuk dalam paket yang sama. YouTube juga akan menayangkan wawancara anggota Academy dan sineas, program edukasi film, hingga podcast.
Dari sisi pendapatan, Oscar menghasilkan 150 juta dolar AS bagi Academy sepanjang 2024 hingga 2025. Sebagian besar pemasukan itu datang dari hak siar televisi bersama Disney.
Keputusan ini datang di tengah tren penurunan jumlah penonton televisi Oscar. Siaran Oscar 2026 di ABC dan Hulu hanya menarik 17,86 juta penonton berdasarkan data Nielsen.
Angka itu turun sekitar 9 persen dari Oscar 2025 yang mencetak 19,69 juta penonton, sekaligus menjadi yang terendah sejak 2022 ketika 16,68 juta orang menonton. Perpindahan ke YouTube pun dibaca sebagai upaya Academy mengejar audiens yang makin menjauh dari televisi konvensional.
Bagi industri film Indonesia, skema siaran gratis dan multibahasa ini membuka peluang penonton lokal mengikuti Oscar tanpa hambatan hak siar. Yang menarik ditunggu, apakah format interaktif yang dijanjikan Kramer benar-benar mengubah cara orang menonton ajang penghargaan paling bergengsi di Hollywood itu.