Frisian Flag Ajak Bapak Beri Apresiasi untuk Ibu Lewat #TanggalMerahUntukIbu

Penulis: Ramli Siregar  •  Sabtu, 26 September 2026 | 12:21:02 WIB
Frisian Flag Kental Manis menggelar kampanye #TanggalMerahUntukIbu di Trans Studio Mall Bandung pada 25-27 September 2026.

BANTEN — Frisian Flag Kental Manis menggelar kampanye #TanggalMerahUntukIbu di Trans Studio Mall Bandung pada 25-27 September 2026. Lewat rangkaian talk show, booth pampering, dan aktivitas keluarga, Bapak dan anak diajak bergantian memberi perhatian kepada Ibu. Simak inspirasi me time yang bisa Ibu coba di rumah.

Psikolog Fainna Safitri menyebut banyak Ibu kesulitan mencari waktu untuk diri sendiri di sela rutinitas mengasuh anak dan mengurus rumah tangga. Padahal, waktu recharge yang singkat membantu Ibu menjaga keseimbangan emosi saat mendampingi keluarga.

Pesan itulah yang dibawa Frisian Flag Kental Manis melalui kampanye #TanggalMerahUntukIbu. Kegiatan berlangsung di Trans Studio Mall Bandung selama tiga hari, 25-27 September 2026, dengan melibatkan Bapak dan anak sebagai pemberi perhatian utama untuk Ibu.

Talk Show Recharge untuk Ibu

Sesi edukatif bertema "Tanggal Merah untuk Ibu: Waktunya Recharge agar Lebih Siap Jalani Hari" digelar Jumat, 25 September 2026. Psikolog Fainna Safitri dan influencer Ghina Alwi hadir sebagai pembicara.

Fainna menjelaskan bahwa tantangan terbesar Ibu adalah merasa sulit mencari waktu untuk diri sendiri. Ia menekankan pentingnya kesadaran terhadap peran sebagai individu yang utuh, bukan hanya sebagai ibu atau istri.

"Tapi sebenarnya yang perlu diingat adalah mindset terhadap peran kita. Sewaktu-waktu, kita perlu mengingat nama kita siapa tanpa embel-embel anak atau suami. Dari situ, kita akan mengingat bahwa kita adalah pribadi yang utuh, dan tahu kapan menjadi diri sendiri dan kapan memberikan diri sepenuhnya untuk anak dan suami," ujar Fainna.

Kenali Tanda Burnout Sebelum Terlambat

Kesibukan harian yang tidak diimbangi istirahat cukup bisa memicu burnout pada Ibu. Fainna menyebut tanda-tandanya berupa rasa lelah yang terus muncul meski sudah beristirahat atau menjauh sejenak dari rutinitas.

Dampaknya bisa merembet ke hubungan dengan keluarga. Reaksi berlebihan terhadap suami dan anak, atau munculnya perasaan negatif yang berkepanjangan, menurut Fainna patut dijadikan peringatan dini.

"Ketika burnout, kita jadi reaksi berlebihan terhadap suami dan keluarga, atau banyak hal-hal negatif yang dialami. Itu bisa jadi warning. Jangan ditunggu sampai burnout atau capek. Kalau satu hari misalnya ada berapa waktu me time sebentar, itu ambil tanpa rasa bersalah," pesannya.

Me Time Sederhana yang Bisa Dicoba di Rumah

Fainna menegaskan waktu untuk diri sendiri tidak harus mahal atau rumit. Setelah anak berangkat sekolah, Ibu bisa mandi lebih lama, menikmati minuman hangat, atau menyantap makanan kesukaan tanpa tergesa.

Olahraga ringan dan berbagi cerita dengan sesama Ibu juga efektif meredakan tekanan. Aktivitas kecil ini membantu tubuh dan pikiran lebih relaks sebelum kembali menjalani peran harian.

Influencer Ghina Alwi sepakat bahwa tanggal merah untuk Ibu bukan sekadar konsep. Ibu perlu waktu fokus pada diri sendiri agar terhindar dari kelelahan berkepanjangan.

Booth Pampering dan Kreasi Minuman

Di lokasi acara, Frisian Flag menyediakan booth pampering sebagai ruang rehat sejenak bagi Ibu. Ada pula inspirasi kreasi minuman nikmat untuk menemani pagi keluarga.

Rangkaian kegiatan lain meliputi poundfit, arisan untuk Ibu, dan penampilan angklung. Semua dirancang agar Bapak dan anak bisa terlibat langsung memberi apresiasi, bukan hanya menemani.

Kapan Ibu Perlu Cari Bantuan

Jika rasa lelah tak kunjung hilang meski sudah rutin mengambil jeda, atau muncul keluhan fisik seperti gangguan tidur dan nafsu makan, Ibu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional. Dukungan psikolog atau konselor dapat membantu memulihkan kondisi lebih cepat.

Kampanye #TanggalMerahUntukIbu menegaskan satu hal: perhatian untuk Ibu tidak harus menunggu momen besar. Membagi tugas pagi, memberi waktu istirahat, atau sekadar bertanya kabar bisa jadi bentuk apresiasi yang berdampak panjang bagi kehangatan keluarga.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top