Menpora Erick Thohir Buka Rumah Indonesia Asian Games 2026 di Nagoya, Target 4 Emas

Penulis: Tedy Rustandi  •  Sabtu, 19 September 2026 | 22:32:01 WIB

BANTEN — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meresmikan Rumah Indonesia Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, bersamaan dengan pembukaan ajang olahraga terbesar Asia tersebut. Pemerintah menetapkan bonus Rp3 miliar untuk setiap atlet peraih medali emas, sementara kontingen Merah Putih dibebani target minimal empat emas hingga 4 Oktober mendatang.

Peresmian Rumah Indonesia Asian Games 2026 berlangsung di Nagoya, Jepang, bersamaan dengan pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Fasilitas ini menjadi titik kegiatan kontingen Indonesia selama ajang berlangsung, sekaligus ruang promosi dan dukungan bagi para atlet yang bertanding.

Erick Thohir menyatakan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap kemajuan olahraga nasional bukan sekadar retorika. Menurutnya, olahraga ditempatkan sebagai instrumen strategis untuk membawa nama dan kehormatan bangsa di panggung internasional.

"Bapak Presiden (Prabowo) sangat komit bahwa olahraga ini menjadi hal yang sangat penting untuk bangsa kita. Tidak hanya sebagai duta bangsa, tetapi mencerminkan kedigdayaan," ujar Erick saat peresmian Rumah Indonesia Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9/2026).

Bonus Rp3 Miliar per Emas, Bentuk Kehadiran Negara

Pemerintah menetapkan bonus Rp3 miliar bagi setiap atlet yang berhasil meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kebijakan ini disebut Erick sebagai wujud kehadiran negara dalam menghargai perjuangan atlet.

"Negara hadir untuk mendorong para pejuang bangsa, pahlawan bangsa, untuk terus memastikan banyaknya bendera Merah Putih berkibar," tegas Erick.

Dukungan tidak berhenti pada bonus. Pemerintah memperkuat pemusatan latihan nasional (pelatnas) dengan mempertimbangkan skala kompetisi yang dihadapi atlet. Persiapan diarahkan tidak hanya untuk Asian Games, tetapi juga Olimpiade dan SEA Games.

Menurut Erick, pembinaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga dan agenda kompetisi yang menjadi sasaran. Proses panjang dari persiapan hingga dukungan pasca-prestasi dinilai krusial untuk menjaga kesinambungan olahraga nasional.

Target Empat Emas, Sejarah 1962 Jadi Pembanding

Kontingen Indonesia ditargetkan membawa pulang sedikitnya empat medali emas dari Asian Games 2026. Erick menyebut angka itu sebagai sasaran yang harus diperjuangkan, namun ia mengingatkan sejarah menunjukkan peluang hasil lebih tinggi.

Indonesia pernah mencatatkan delapan medali emas pada Asian Games. Puncaknya terjadi pada 1962 ketika Indonesia menjadi tuan rumah di Jakarta dan mengoleksi 11 emas.

"Kita targetnya empat, tapi kalau kita lihat dari sejarah, kita pernah dapat 8 emas, 11 emas saat jadi tuan rumah (Asian Games) tahun 1962. Mudah-mudahan dengan kerja keras seluruh tim, perolehan medali emas kita bisa lebih dari empat," jelas Erick.

Ratusan Atlet Bertanding hingga 4 Oktober

Indonesia mengirimkan ratusan atlet untuk bertanding di berbagai cabang olahraga. Para atlet telah menjalani rangkaian persiapan sebelum berangkat ke Jepang dan kini mulai menjalani pertandingan sesuai jadwal masing-masing cabang.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi dibuka pada Sabtu (19/9/2026) dan akan berlangsung hingga 4 Oktober 2026. Erick berharap seluruh atlet menjaga semangat dan fokus selama bertanding.

Setiap pertandingan, kata Erick, bukan hanya soal perolehan medali. Ajang ini menjadi kesempatan menunjukkan kemampuan olahraga Indonesia sekaligus membawa nama bangsa di panggung internasional.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: sudutpandang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top