Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menegaskan kolaborasi seluruh warga satuan pendidikan menjadi kunci membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan sehat. Penegasan itu disampaikan usai meninjau sekaligus menilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di SMA Negeri 6 Kota Serang, Kecamatan Cipocok Jaya. Menurutnya, sekolah adalah tempat orang tua menitipkan anak untuk tumbuh dan belajar, sehingga kondisi lingkungannya perlu mendapat perhatian bersama.
SERANG — Tinawati Andra Soni menilai sekolah merupakan lingkungan yang dipercaya orang tua sebagai tempat anak-anak tumbuh dan belajar. Karena itu, kondisi lingkungan sekolah perlu mendapat perhatian bersama agar peserta didik mendapat rasa aman dan nyaman.
Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di SMA Negeri 6 Kota Serang menjadi salah satu titik peninjauan. Kegiatan itu berlangsung di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Tinawati menyampaikan alasan personal di balik perhatiannya terhadap lingkungan sekolah. Ia mengaku juga memiliki anak yang bersekolah.
"Saya memiliki anak sekolah juga yang artinya saya menitipkan anak saya di sekolah. Tentu saja kita ingin memiliki lingkungan sekolah yang aman dan nyaman," ungkap Tinawati Andra Soni usai meninjau sekaligus melakukan penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di SMA Negeri 6 Kota Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat.
Setiap kunjungannya ke sejumlah sekolah, kata Tinawati, selalu dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman. Lingkungan sekolah berperan dalam membentuk karakter anak.
"Apalagi sekolah adalah tempat yang kami percaya dan kami yakini bahwa di situlah anak-anak tumbuh dan belajar untuk menjadi karakter yang lebih kuat," katanya.
Tinawati mengingatkan pendidikan pertama tetap dimulai dari lingkungan keluarga. Ia mengajak para orang tua terus merangkul dan mendidik anak-anak dengan baik sejak dari rumah.
"Madrasah pertama, pendidikan pertama tetap di rumah," imbuhnya.
Orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak dengan cara mendengarkan dan menanyakan kondisi mereka. Termasuk menanyakan bagaimana perasaan anak selama menjalani aktivitas di sekolah.
Kepala SMA Negeri 6 Kota Serang, Rohmat Wirandanubrata, menyebut komitmen mewujudkan sekolah sehat harus dibangun bersama seluruh pemangku kepentingan di lingkungan sekolah. Penyamaan visi menjadi langkah penting untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi pembelajaran siswa, didukung sarana dan prasarana yang memadai.
"Komitmen untuk mewujudkan sekolah sehat itu harus dilakukan secara bersama-sama. Kita bangun juga penyamaan visi dari seluruh stakeholder yang ada di sekolah ini," ujar Rohmat.
Ketika komitmen dan rasa memiliki telah tumbuh di seluruh warga satuan pendidikan, berbagai program sekolah dapat berjalan dengan kesadaran bersama. Budaya sekolah sehat tidak lagi bergantung pada satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif.