Krisis Air Bersih Landa Tangerang dan Tangsel, 2.791 Jiwa Terdampak di 28 Titik Kekeringan

Penulis: Tedy Rustandi  •  Sabtu, 19 September 2026 | 09:46:31 WIB

TANGERANG — BPBD Kota Tangerang menyiapkan titik penampungan air di setiap kelurahan guna mengantisipasi meluasnya krisis air bersih yang melanda Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyebut penempatan toren di tingkat kelurahan bertujuan memperpendek jarak distribusi saat warga kesulitan mendapatkan air.

Langkah mitigasi diambil setelah musim kemarau panjang menekan ketersediaan air permukaan. BPBD juga membuka laporan masyarakat untuk memetakan wilayah yang mengalami kekurangan air.

28 Titik Kekeringan di Tangsel, 2.791 Jiwa Terdampak

Penata Layanan Operasional Danton pada BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan, menyatakan pihaknya mencatat 28 titik kekeringan. Sebelumnya terdapat 25 titik yang tercatat sejak 8 Juli hingga 10 September 2026, lalu bertambah tiga titik baru dalam beberapa hari terakhir.

Tiga titik baru tersebut berada di RT 006/004, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, dengan 30 kepala keluarga (KK) atau 120 jiwa terdampak. Kemudian RT 004/001, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, dengan 35 KK atau 135 jiwa terdampak, serta RT 002/004, Kelurahan Babakan, dengan 25 KK atau 70 jiwa terdampak.

Dari 25 titik sebelumnya, sebanyak 16 titik berada di Kelurahan Keranggan, tujuh titik di Kelurahan Kademangan, dan dua titik di Kelurahan Muncul. Secara keseluruhan, kondisi tersebut berdampak terhadap 654 KK atau 2.791 jiwa.

Air Bersih Disalurkan 1.193.600 Liter ke Warga Terdampak

BPBD Tangsel terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Total air bersih yang telah disalurkan mencapai 1.193.600 liter.

Mayoritas titik kekeringan berada di wilayah Kecamatan Setu. Pendistribusian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan harian warga yang sumur atau akses airnya mengering.

Warga di Benda dan Pinang Ikut Melapor

Mahdiar mengatakan setiap laporan kekurangan air dari masyarakat ditindaklanjuti dengan asesmen untuk memastikan penyebab dan kebutuhan penanganannya. Ia mencontohkan laporan kekurangan air di wilayah Benda.

BPBD langsung berkoordinasi dengan Perumda Tirta Benteng untuk mengecek jaringan air di lokasi tersebut. "Sementara Kecamatan Pinang sebenarnya tidak termasuk wilayah yang diperkirakan memiliki potensi kekeringan berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG," ucapnya.

Meski begitu, kondisi lapangan tetap menjadi perhatian karena ketersediaan air dipengaruhi berbagai faktor. Saat pemantauan, BPBD menemukan warga yang baru melakukan pengeboran hingga lebih dari 20 meter untuk mendapatkan sumber air.

Mengapa Toren di Kelurahan Dinilai Lebih Efektif

Mahdiar menjelaskan penampungan air di tingkat kelurahan dapat memusatkan distribusi sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada mobil tangki yang harus keluar-masuk kawasan permukiman.

"Intinya memang mungkin air-air permukaan sekarang sudah mulai agak sulit untuk didapatkan. Kondisi cuaca sangat memengaruhi kondisi air pada saat ini," ujar Mahdiar, Jumat, 18 September 2026.

BPBD Kota Tangerang menyatakan potensi kekeringan perlu diantisipasi di seluruh wilayah, meski perkiraan BMKG tidak menempatkan semua wilayah dalam kategori rawan kekeringan.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top