BANTEN — Bagi para Deathbat, sebutan penggemar A7X, penampilan ini menjadi yang kelima di Indonesia. Avenged Sevenfold pertama kali tampil pada 7 Agustus 2007 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, lalu kembali pada 2008, 2015, dan terakhir pada 2024 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.
Menjelang konser, sejumlah lagu populer A7X menjadi bagian dari kemeriahan penampilan tersebut. Berdasarkan data streaming Spotify yang diakses Senin, "Hail to the King" memimpin dengan 841 juta streaming.
Lagu dari album Hail to the King (2013) itu disusul "Nightmare" dengan 527 juta streaming. Posisi ketiga ditempati "Afterlife" dengan 411 juta streaming, diikuti "A Little Piece of Heaven" dengan 390 juta streaming. Keduanya berasal dari album Avenged Sevenfold yang dirilis pada 2007.
"Bat Country" dari album City of Evil (2005) berada di posisi kelima dengan 345 juta streaming. Setelahnya ada "So Far Away" dengan 326 juta streaming dan "Shepherd of Fire" dengan 312 juta streaming. "Dear God" melengkapi delapan besar dengan 299 juta streaming.
Pendiri Ravel Entertainment, Ravel Junardy, sebelumnya mengatakan bahwa A7X justru sangat ingin kembali bertemu dengan Deathbat Indonesia. Pihaknya juga menjanjikan sesuatu yang spesial untuk konser mendatang.
Konser di Jakarta International Stadium ini menjadi penantian panjang bagi penggemar setelah penampilan terakhir pada 2024. Dengan delapan lagu teratas yang sudah menembus ratusan juta streaming, setlist konser nanti diprediksi menyajikan deretan hits yang sudah akrab di telinga Deathbat Indonesia.