Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, mengalokasikan anggaran Rp 4 miliar untuk pematangan lahan dan menambah armada pengangkut sampah guna mendukung pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPSA Cilowong. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menargetkan proyek strategis nasional itu mulai dibangun pada Desember mendatang.
SERANG — Pemkab Serang mematangkan sejumlah persiapan infrastruktur pendukung sebelum pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPSA Cilowong dimulai. Dua hal yang menjadi fokus utama adalah pematangan lahan dan penambahan armada logistik pengangkut sampah.
Kesiapan itu dibahas dalam rapat koordinasi terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS) aglomerasi wilayah bersama Danantara, Kemenko Bidang Pangan, dan kepala daerah se-Serang Raya. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyatakan komitmennya penuh untuk menyiapkan infrastruktur sebelum peletakan batu pertama proyek.
"Tadi kita rapat koordinasi dalam rangka mempersiapkan pekerjaan PSEL yang akan diluncurkan Insya Allah di bulan Desember. Tentu kita harus menyiapkan anggaran untuk pematangan lahan sebesar Rp4 miliar," kata Ratu Rachmatuzakiyah di Serang, Senin.
Selain pematangan lahan, penambahan armada logistik pengangkut sampah menjadi perhatian serius. Kebutuhan ideal armada di wilayah tersebut tercatat sebanyak 41 unit, sementara ketersediaan saat ini baru mencapai 50 persen.
Penambahan armada dinilai mendesak agar target suplai bahan baku PSEL dapat terpenuhi. Pemkab Serang berencana menambah dump truck dan armroll melalui anggaran perubahan tahun ini.
"Insya Allah di tahun ini di anggaran perubahan kita menganggarkan untuk tambahan dump truck dan armroll. Kemudian di 2027 dan 2028 kita juga tambahkan anggaran biaya yang lumayan besar, jadi ada kurang lebih Rp58 miliar yang harus kita dukung anggarannya," paparnya.
Bupati menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendistribusikan pasokan sampah sebanyak 400 ton secara rutin ketika fasilitas pengolahan tersebut telah resmi beroperasi. Seluruh persiapan infrastruktur dan armada merupakan langkah krusial untuk menjamin ketersediaan pasokan.
"Kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret untuk mengurai masalah darurat timbunan sampah di Kabupaten Serang," ujar Ratu Rachmatuzakiyah.
Proyek PSEL di TPSA Cilowong merupakan bagian dari program nasional untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan. Dengan kapasitas suplai 400 ton per hari, fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) yang selama ini melayani kawasan Serang Raya.