CILEGON — Alun-Alun Kota Cilegon berubah menjadi panggung adu ketangkasan gerak dan seni bela diri pada Sabtu (29/8/2026). Kejuaraan Pencak Silat Seni TTKBI Cilegon Open Fest Tingkat Nasional 2026 resmi dibuka. Panitia menyediakan total hadiah Rp 13,1 juta, piala, piagam, serta uang pembinaan sesuai kategori.
Mengusung tema "Budaya Lestari di Bumi Pertiwi", kegiatan ini tidak hanya diikuti pesilat lokal. Ajang ini terbuka bagi perguruan dari luar daerah, sekaligus menjadi ruang generasi muda menunjukkan kemampuan dan menjaga warisan budaya bangsa.
Ketua Panitia Ade Mulyana menjelaskan, kejuaraan terbagi dalam dua kelompok besar. Untuk kategori internal Cilegon, nomor yang dipertandingkan meliputi perorangan putra, perorangan putri, dan kelompok.
Sementara itu, kategori open tingkat nasional memperlombakan perorangan putra dan putri serta kelompok campuran dengan rentang usia 12 hingga 15 tahun. Total penampilan yang disajikan hampir mencapai 100 nomor dari puluhan padepokan yang hadir.
Penyelenggara DPW II TTKKBI Kota Cilegon, H. Undusin, menegaskan festival ini dirancang untuk mengangkat kekayaan seni bela diri, khususnya yang berkembang di Banten. Tidak hanya satu aliran, festival ini turut menampilkan berbagai aliran seperti Bandrong, Terumbu, dan lainnya.
"Tujuannya membudayakan, melestarikan dan mengembangkan seni budaya pencak silat, terutama dalam bidang prestasi. Kami berharap ke depan event ini bisa dilaksanakan lebih besar dengan peserta yang lebih luas," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.
Lebih dari sekadar kompetisi, panitia berkomitmen agar sertifikat yang diperoleh para peserta bisa dimanfaatkan untuk jalur pendidikan. Ade Mulyana menyebut dokumen prestasi tersebut dapat menjadi pendukung untuk melanjutkan sekolah maupun masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
"Alhamdulillah, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari dinas terkait. Kami berharap prestasi para pesilat dapat menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus berlatih," katanya.
Di balik kemegahan atraksi, terdapat standar penilaian yang ketat. Dewan Juri Festival Nasional Meddi Subandi mengungkapkan, penilaian dilakukan berdasarkan standar operasional dan juklak-juknis PB IPSI dengan empat unsur utama: orisinalitas, kemantapan gerak, kekayaan gerak, dan penampilan.
"Peserta yang hadir menampilkan pesilat-pesilat yang luar biasa. Gerakannya bagus dan cukup fantastis," ujarnya. Senada dengan itu, juri lainnya, Wiwin, menilai secara teknis para peserta sudah memiliki kemampuan yang baik, baik dari sisi gerakan maupun kemantapan.
Wiwin menambahkan, pembinaan pencak silat perlu dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Dengan demikian, pesilat Banten memiliki kesempatan lebih luas untuk tampil di luar daerah bahkan di tingkat internasional.
Apresiasi juga datang dari Ketua DPC TTKKBI Pulomerak, Sutari, yang menyatakan siap mendukung kemajuan TTKKBI, khususnya di wilayah Pulomerak dan umumnya di Kota Cilegon. Festival ini diharapkan menjadi ruang mempererat silaturahmi antarperguruan sekaligus menjaga pencak silat tetap hidup di tengah generasi muda.