SERANG — Ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia unjuk kebolehan di ajang Fun Life In a Green Hill Tournament (FLIGHT 236) yang berlangsung di Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Cinangka, Kabupaten Serang. Kompetisi yang berlangsung selama empat hari, 26-29 Agustus 2026, ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan di bidang seni dan olahraga sekaligus membangun karakter sportivitas.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menegaskan bahwa penguasaan keterampilan menjadi modal utama bagi pelajar untuk bersaing di masa depan. Menurutnya, era bonus demografi akan diisi oleh persaingan ketat antarindividu yang memiliki kompetensi unggul.
"Masa depan akan penuh dengan persaingan keterampilan. Siapa yang memiliki kompetensi dan kemampuan unggul, maka dia akan diperhitungkan. Oleh karena itu, fokus lah mengembangkan diri sejak dini," kata Najib saat membuka kompetisi tersebut.
Pemkab Serang menilai kegiatan positif seperti FLIGHT 236 mampu mengarahkan pelajar pada aktivitas produktif. Selain mengasah bakat, ajang ini menjadi tameng bagi generasi muda dari ancaman pergaulan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan judi daring.
Najib menyebut lingkungan sekolah dan pondok pesantren memegang peran krusial dalam membentuk karakter. Fasilitas pendukung dan kegiatan pengembangan bakat diharapkan membantu pelajar menemukan potensi diri masing-masing sejak dini.
FLIGHT 236 tidak sekadar ajang perlombaan. Kegiatan yang sepenuhnya diinisiasi oleh santri NFBS angkatan ke-23 ini menjadi medium interaksi pelajar dari berbagai penjuru Indonesia. Pertemuan ini dinilai mampu memperluas wawasan peserta sekaligus menumbuhkan sikap sportivitas dan persahabatan lintas daerah.
Pembina Pelaksana FLIGHT 236, Nico Cahya Pratama, menyampaikan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah kompetisi positif bagi generasi muda. Sebanyak 1.200 peserta dari 40 sekolah turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan seni dan olahraga yang digelar di kampus NFBS Cinangka.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara karakter dan keterampilan.