BANTEN — Kepastian itu didapat setelah Vietnam menaklukkan Malaysia 2-0 pada leg kedua semifinal di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (19/8/2026). Hasil ini melengkapi keunggulan agregat mereka atas Harimau Malaya yang sudah dibangun sejak leg pertama.
Laga kontra Malaysia menjadi panggung bagi Rafaelson. Penyerang kelahiran Brasil yang resmi menjadi warga negara Vietnam sejak 2024 itu mencetak dua gol dalam waktu kurang dari 30 menit setelah turun ke lapangan.
Dua gol Rafaelson memastikan kemenangan telak Vietnam di kandang sendiri. Performa impresif ini menegaskan perannya sebagai mesin gol utama The Golden Star Warriors di turnamen edisi ini.
Bagi Malaysia, langkah mereka harus terhenti di semifinal. Meski tampil dengan kondisi skuad yang tidak ideal, tim asuhan juru taktiknya mampu melangkah jauh dan hanya berjarak satu tahap dari partai puncak.
Partai final nanti mempertemukan dua kekuatan terbesar di kawasan ini. Thailand datang dengan status tim tersukses dalam sejarah turnamen, mengoleksi tujuh gelar juara. Sementara Vietnam mengincar gelar keempat sekaligus menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar dalam beberapa edisi terakhir.
Leg pertama final akan berlangsung di Bangkok pada Sabtu (22/8/2026). Setelah itu, kedua tim kembali bertemu pada leg kedua untuk menentukan siapa yang berhak menjadi penguasa Asia Tenggara musim ini.
Laga final dipastikan berjalan ketat. Thailand memiliki rekor pertemuan yang lebih baik secara historis, namun performa Vietnam di semifinal menunjukkan kesiapan mereka untuk bersaing memperebutkan trofi.
Dengan keunggulan bermain di kandang pada leg pertama, Thailand akan mencoba mengambil ancang-ancang sebelum bertandang ke Hanoi. Sebaliknya, Vietnam membawa modal percaya diri tinggi setelah tampil dominan sepanjang babak gugur.