BMKG Cabut Peringatan Tsunami NTT, Catat Ketinggian Air Laut Capai 0,94 Meter di Maurole

Penulis: Ramli Siregar  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:42:31 WIB
BMKG resmi mencabut peringatan tsunami di NTT setelah aktivitas tsunami dinilai tidak lagi berpotensi membahayakan.

BANTEN — Keputusan pengakhiran peringatan ini disampaikan Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama melalui konferensi pers daring, Sabtu siang. Pencabutan dilakukan setelah serangkaian evaluasi menunjukkan aktivitas tsunami yang terpantau tidak lagi berpotensi membahayakan. Meski demikian, BMKG memastikan pemantauan kondisi laut dan aktivitas gempa susulan di wilayah terdampak tetap berlanjut.

Rekaman Instrumen: Tsunami Terdeteksi di 10 Titik, Tertinggi di Maurole

Sebelum peringatan dihentikan, perangkat pemantau BMKG mendeteksi anomali permukaan laut di sejumlah lokasi. Data dari alat ukur muka air laut dan tsunami gauge menunjukkan ketinggian yang bervariasi, meski secara kasat mata tidak terlihat signifikan.

  • Maurole, Flores Timur: 0,94 meter
  • Bulukumba: 0,54 meter
  • Kemah Pantai: 0,38 meter
  • Labuan Bajo: 0,36 meter
  • Baubau: 0,30 meter
  • Flores Timur: 0,25 meter
  • Kolaka: 0,23 meter
  • Sikka: 0,19 meter
  • Dompu: 0,17 meter
  • Bakalang, Alor: 0,14 meter

"Jadi, memang secara kasat mata tidak terlalu terlihat ya, kecuali mungkin di Maurole dan Ende, tapi kita masih belum mendapatkan informasi secara visual," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, saat dihubungi Kompas.com.

Imbauan Tetap Berlaku: Jauhi Pesisir dan Muara Sungai

Meski status peringatan telah berakhir, Arief menegaskan masyarakat tidak diperbolehkan langsung mendekati pantai. Potensi bahaya sekunder seperti arus balik atau gelombang sisa masih bisa terjadi di kawasan pesisir dan muara.

"Memang tidak berbahaya karena ini kan di bawah setengah meter ya, tetapi tetap saja masyarakat harus menjauhi pesisir dan muara sungai atau tepian sungai," katanya. Imbauan ini ditujukan sebagai langkah antisipasi hingga kondisi dinyatakan stabil oleh petugas lapangan.

54 Gempa Susulan Masih Terpantau

Setelah gempa utama berkekuatan M 7,7, BMKG mencatat telah terjadi 54 kali gempa susulan di wilayah NTT. Aktivitas seismik ini menjadi perhatian utama tim monitoring yang kini berfokus pada potensi kerusakan infrastruktur dan kesiapsiagaan warga.

Data sementara menunjukkan episentrum gempa utama berada di laut, namun belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa dari pemerintah daerah setempat. BMKG terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperbarui informasi di lapangan.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top