SERANG — Pergerakan harga kebutuhan pokok di Banten kembali menunjukkan dinamika pada Kamis (13/8/2026) pukul 15.44 WIB. Data resmi Kementerian Perdagangan mencatat lima komoditas mengalami kenaikan harga, sementara empat komoditas lainnya justru turun dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan harga ini berpotensi menambah beban belanja harian warga, terutama untuk kebutuhan dapur seperti beras, minyak goreng, dan cabai. Namun, kabar baiknya, harga beberapa komoditas sayur seperti cabai merah keriting justru turun signifikan.
Bawang putih honan menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, melonjak Rp541 atau 1,6 persen menjadi Rp34.458 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tengah tingginya permintaan pasar menjelang akhir pekan.
Selain bawang putih, harga beras medium juga naik tipis 0,23 persen menjadi Rp13.289 per kg. Daging ayam ras ikut menguat 1,52 persen ke level Rp38.917 per kg, disusul minyak goreng sawit curah yang naik 0,77 persen menjadi Rp18.833 per liter.
Di sisi lain, harga cabai merah keriting mengalami penurunan paling tajam, yakni Rp2.291 atau 5,44 persen menjadi Rp39.792 per kg. Penurunan ini bisa menjadi angin segar bagi konsumen yang gemar memasak dengan cabai.
Komoditas lain yang ikut turun adalah cabai merah besar yang melemah 1,81 persen ke Rp45.208 per kg. Bawang merah juga turun 2,59 persen menjadi Rp34.458 per kg, sementara tepung terigu terkoreksi tipis 0,34 persen ke harga Rp12.063 per kg.
Berikut rincian harga lengkap bahan pangan di Banten berdasarkan pantauan SP2KP Kemendag pada Kamis (13/8/2026):
Fluktuasi harga pangan yang terjadi setiap hari ini menjadi perhatian utama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro di Banten. Kenaikan pada komoditas pokok seperti beras dan minyak goreng biasanya langsung berdampak pada pengeluaran harian.
Pemerintah daerah diharapkan terus memantau stok dan distribusi guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman. Masyarakat pun disarankan untuk berbelanja secara bijak dan memanfaatkan operasi pasar jika tersedia di wilayah masing-masing.