• Kamis, 8 Desember 2022

Hadits Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah, Ternyata Palsu

- Minggu, 3 April 2022 | 13:10 WIB
Ilustrasi tidur (Pixabay)
Ilustrasi tidur (Pixabay)

 



LENSABANTEN.COM - Umat muslim di Indonesia sudah tak asing dengan hadits yang berbunyi tidurnya orang berpuasa merupakan ibadah. Tak jarang, akhirnya berdalih dengan hadits ini banyak orang kemudian memperpanjang waktu tidurnya.

“Tidurnya orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.”

Meski di dalam kandungan hadits ini ada beberapa hal yang sesuai dengan hadits-hadits yang shahih, seperti masalah dosa yang diampuni serta pahala yang dilipatgandakan, namun khusus lafaz ini, para ulama sepakat mengatakan status kepalsuannya.

Baca Juga: Viral Pengajian di Jalanan Malioboro, Boleh Dalam Islam?

Ustaz Ahmad Sarwat dalam bukunya Fiqih Ramadhan menjelaskan, Al-Imam Al-Baihaqi yang menuliskan lafadz itu di dalam kitabnya, Asy- Syu'ab Al-Iman lalu dinukil oleh As-Suyuti di dalam kitabnya, Al-Jamiush-Shaghir, ikut menyebutkan bahwa status hadits ini dhaif (lemah).

Namun status dhaif yang diberikan oleh As- Suyuti justru dikritik oleh para muhaddits yang lain. Menurut kebanyakan mereka, status hadits ini bukan hanya dhaif tetapi sudah sampai derajat hadits maudhu' (palsu). Lantas, siapa sebenarnya yang bertanggungjawab atas pemalsuan hadits tersebut?

Hadits Palsu

Al-Imam Al-Baihaqi telah menyebutkan bahwa ungkapan ini bukan merupakan hadits nabawi. Karena di dalam jalur periwayatan hadits itu terdapat perawi yang bernama Sulaiman bin Amr An-Nakhahi, yang kedudukannya adalah pemalsu hadits.

Baca Juga: Jangan Tidur Setelah Subuh, Ini Penyakit yang Bakal Menyerang

Hal senada disampaikan oleh Al-Iraqi, yaitu bahwa Sulaiman bin Amr ini termasuk ke dalam daftar para pendusta, dimana pekerjaannya adalah pemalsu hadits.

Komentar Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga semakin menguatkan kepalsuan hadits ini. Beliau mengatakan bahwa si Sulaiman bin Amr ini memang benar-benar seorang pemalsu hadits. Lebih keras lagi adalah ungkapan Yahya bin Ma'in, beliau bukan hanya mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr ini pemasu hadits, tetapi beliau menambahkan bahwa Sulaiman ini adalah "manusia paling pendusta di muka bumi ini!" ***

Editor: Fajrin Raharjo

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X