• Kamis, 8 Desember 2022

Viral Pengajian di Jalanan Malioboro, Boleh Dalam Islam?

- Sabtu, 2 April 2022 | 08:57 WIB
Kegiatan ngaji bareng di trotoar Malioboro diprotes disebut tidak berizin hingga pamer atau riya, MUI Yogyakarta membela dengan menyebut yang tidak boleh itu di WC, Fokus Indosiar
Kegiatan ngaji bareng di trotoar Malioboro diprotes disebut tidak berizin hingga pamer atau riya, MUI Yogyakarta membela dengan menyebut yang tidak boleh itu di WC, Fokus Indosiar

 


LENSABANTEN.COM - Beredar video di media sosial sekelompok orang menggelar pengajian di jalanan di kawasan wisata Malioboro Jogjakarta.

Sebagian mereka melakukan pengajian dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dan sebagian lainnya menggemakan sholawat serta nasyid Marhaban ya Ramadan.

Kegiatan ini tentu kita lihat sebagai bagian dari syiar Islam di masyarakat, menjadi hal yang baik tentunya bagi umat Islam.

Baca Juga: Jangan Tidur Setelah Subuh, Ini Penyakit yang Bakal Menyerang

Namun demikian, lokasi yang dipilih ini menjadi bahan perbincangan apakah sudah pantas dilakukan di jalanan ditengah banyaknya bangunan masjid di daerah.

Ketua MUI Provinsi Jogjakarta, Prof  Mahasin terkait viralnya pengajian ini menjelaskan bahwa pengajian atau membaca Al-Quran itu boleh dilakukan di mana saja dan boleh dilakukan kapan saja. Namun demikian apabila dilakukan di jalan jangan sampai mengganggu pengguna jalan.

Syekh Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Fikhul Islam Wa Adillatuhu, dilansir Lensabanten.com dari Kabarumat.co.id menjelaskan bahwa mengelar pengajian di jalan itu diperbolehkan dengan dua syarat. Pertama yaitu mempertimbangkan keselamatan dan tidak boleh ada bahaya. Kedua adanya izin dari penguasa atau otoritas setempat.

Baca Juga: Ingin Pertolongan dari Allah, Kerjakanlah Salat Tahajud Ujar Ustadz Adi Hidayat

Dengan demikian, apabila pengajian yang dilakukan di jalan Malioboro itu telah memenuhi dua syarat tersebut maka secara Islam boleh dilakukan. Dan apabila tidak memenuhi dua persyaratan tersebut maka pengajian tersebut tidak diperbolehkan.

Berdasarkan keterangan dari Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Jogjakarta, bahwa di sekitar Malioboro itu terdapat dua masjid yang cukup besar. Sehingga alangkah lebih baiknya pengajian tersebut dilakukan di dalam masjid. Karena mengadakan kajian di masjid akan mendapatkan pahala yang luar biasa, Nabi Muhammad bersabda

Artinya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).

Baca Juga: Hukum Daun Ganja Dijadikan Sayuran, Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Namun demikian apabila ingin menggelar pengajian di jalan Malioboro harus tetap mematuhi dua persyaratan di atas. Yaitu keselamatan atau tidak mengganggu pengguna jalan serta izin dari pihak otoritas. Karena Nabi Muhammad dalam sabdanya sangat menekankan untuk menghormati hak pengguna jalan dan menganjurkan untuk menjauhi duduk-duduk di jalan.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا لَنَا مِنْ مَجَالِسِنَا بُدٌّ نَتَحَدَّثُ فِيهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ» قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ؟ قَالَ: غَضُّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الْأَذَى، وَرَدُّ السَّلَامِ، وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ (رواه البخاري و مسلم)

Artinya: “Dari  Abu  Sa’id al-Khudri ra., Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian menjauhi duduk-duduk di pinggir jalan. Para Sahabat berkata: “Kami tidak dapat meninggalkannya, karena merupakan tempat kami untuk bercakap-cakap”. Rasulullah SAW berkata: “Jika kalian enggan (meninggalkan bermajelis di jalan), maka berilah hak jalan”. Sahabat bertanya: “Apakah hak jalan itu?” Beliau menjawab: “Menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]. ***


Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X