• Rabu, 30 November 2022

KONI Kota Tangsel Perkarakan Mutasi Atlet Diajang Porprov Ke 6 Banten

- Rabu, 23 November 2022 | 22:06 WIB
Pelaksanaan Persidangan Perkara Atlet pada ajang Porprov 6 Banten (Ist)
Pelaksanaan Persidangan Perkara Atlet pada ajang Porprov 6 Banten (Ist)

 

 



LENSABANTEN.COM, KOTA TANGERANG - Perkara sengketa olahraga pada ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) VI Banten perdana disidangkan hari Rabu 23 November 2022. Sebagai pemohon dari KONI Kota Tangerang Selatan dan termohon dari Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang.

Sebagai kuasa hukum dari KONI Kota Tangerang Selatan, Dadang Rahayu dan Pituah Sirait. Mereka melakukan gugatan kepada termohon dengan dugaan mutasi ilegal atlet.

Persidangan awalnya akan digelar pada pagi hari namun terpaksa tertunda lantaran termohon dari Kabupaten Serang tidak hadir. Majelis hakim memberi waktu untuk pemanggilan kedua dengan jadual persidangan sore hari.

Baca Juga: KONI Banten Apresiasi Kesiapan Kota Tangerang

Persidangan akhirnya dapat berjalan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dengan kehadiran dua termohon.

"Gugatan kita fokus pada mutasi ilegal saja, ada 10 atlet untuk kabupaten Tangerang dan kabupaten Serang,"ujar Pituah Sirait kepada media.


Ia menjelaskan, 10 atlet Koni Tangsel yang memperjuangkan daerah lain tersebut masih dalam binaan KONI Tangsel. Para atlet tersebut telah menerima dana hibah dan pembinaan dari KONI Kota Tangsel. Dengan adanya perkara mutasi atlet ini, KONI Tangsel telah dirugikan baik pembinaan yang dilakukan Koni Tangsel maupun perolehan medali menjadi berkurang bagi Koni Tangsel.

Baca Juga: Ini Susunan Pengurus Baru KONI Banten dan Target Program Kerja

Dikatakan Pituah, dalam aturan Porprov, atlet mutasi dari wilayah binaannya ke wilayah lain minimal setahun.

"Atlet yang salah dalam bermutasi wilayah kan kalau di aturan porprov minimal setahun kalau di PON minimal kalau tidak salah 2 tahun. Nah ini yang tidak banyak diketahui oleh pegiat olahraga," tukasnya.

Dia menegaskan, kedua pihak termohon tidak mengabaikan prosedur atau aturan yang telah ditetapkan. "Intinya ikuti prosedur. Jangan sampai hal seperti ini diabaikan. Yang rugi kan daerah juga atlet juga," tandasnya.

Baca Juga: Buntut Hadiah Lomba Receh, Bupati Pandeglang Copot Kadispora dan KONI Investigasi Cabor

Sementara itu bidang hukum KONI Kabupaten Tangerang, Riza Afrizal Hasbi mengaku atlet Koni Kabupaten Tangerang dari cabor renang yang ikut bertanding dalam Porprov VI Banten yang diklaim pihak KONI Tangsel sebagai atlet binaannya, telah terikat dengan nota kesepahaman dengan pihak KONI Kabupaten Tangerang.

Namun, dibalik itu, kata Riza, adanya kemungkinan bahwa atlet tersebut juga memiliki ikatan dengan pihak KONI Tangsel yang belum diketahui oleh pihak KONI Kabupaten Tangerang maupun Koni Kabupaten Serang.

"Ikatan itu dengan Koni Tangsel bentuknya tertulis atau apa, kita gak tahu. Kalau kami jelas tertulis dengan MOU. sehingga kami berani membiayai atlet-atlet yang tersebut untuk even-even Poprov yang digelar di Kota Tangerang ini," jelasnya.

Baca Juga: Selamat, Mantan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi terpilih menjadi Ketua KONI Banten

"Atlet tersebut berdomisili saat ini di Kabupaten Tangerang. Jadi mutasi tersebut diatur oleh aturan mutasi itu sendiri termasuk domisili ikut orangtua atau lainnya sesuai aturan," pungkasnya. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cabor Golf Boyong 3 Emas dan 2 Perak

Jumat, 25 November 2022 | 19:22 WIB

Atlet Panjat Tebing Kota Tangerang Raih Empat Emas

Selasa, 22 November 2022 | 17:33 WIB
X