Permintaan Jahe Melonjak, Harga Jahe di Kota Serang Naik

LensaBanten – Wabah virus corona di Indonesia merebak, sejumlah barang mengalami kenaikan. Tak hanya masker yang banyak dicari. Permintaan jahe pun turun melonjak. Hal tersebut lantaran jahe diyakini dapat menangkal virus mematikan tersebut.

Akibat tingginya permintaan jahe, tak dapat dipungkiri harganya pun turut melambung.

Di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang kenaikan harga jahe hampir 50 persen. Sebab Jahe dipercaya dapat meningkatkan imun pada tubuh sehingga tidak mudah terjangkitkan virus corona.

Menurut pengakuan salah satu pedagang di Pasar Induk Rau, Nuraini mengatakan, sudah seminggu harga jahe naik dari sebelumnya harga Rp. 32.000 menjadi Rp. 45.000 per kilonya.

“Iya mas, kira-kira sudah seminggu harga naiknya naik sekarang Rp. 45.000 sebelumnya Rp. 32.000 sekilo. Mungkin karena virus corona,” ujarnya saat ditemui di pasar Rau Kota Serang, Jum’at (6/2/2020).

Ia mengaku, stok jahe, menurut tidak langka dan banyak stok sehingga mudah mendapatkan jahe. “Saya juga ngambil jahe dari lokal,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kota Serang, Yoyo Wicaksono mengungkapkan sebetulnya jahe sudah naik harganya dari satu bulan yang lalu dan bukan lagi karena maraknya virus corona.

“Jadi itu masuk ke panic buying, namanya orang latah ya itu dibiarkan saja. Dan kita sudah antisipasi lah itu sudah rapat koordinasi, sudah pemantauan juga,” paparnya.

Meski demikian, jika kenaikan harga jahe berkelanjutan, pihaknya akan menindaklanjuti penyebab kenaikan harga. Sebab, saat ini permintaan salah satu bumbu dapur tersebut melonjak.

“Karena masyarakat tidak tau terhadap harga jahe sebelumnya. Kita menganggap hal ini memang gara-gara medsos yang menginformasikan (virus corona) jadi masyarakat sendiri panik, makanya kita saat ini sedang memantau,” jelasnya.

“Saya Harap kepada masyarakat tidak perlu panik, kita juga sudah siap mengantisipasi lonjakan harga sembako,” ujarnya menambahkan. (lens/atmnews)

Comment

Feed