Pemprov Banten Bakal Sulap Komunitas Adat Terpencil Jadi Wisata Sosial

LensaBanten – Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Provinsi Banten menurut rencana Pemprov Banten akan dikembangkan menjadi kampung wisata sosial. Program tersebut nantinya akan mensinegrikan keberadaan masyarakat sekitar, tanpa harus menganggu budaya atau kultur yang telah ada.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banten, Nurhana bersama peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan ke- XXI Tahun 2019 melakukan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) ke Provinsi NTB dengan lokus di Desa Gumantar Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (5/9).

Nurhana mengaku terinspirasi dengan adanya salah satu penyandang kesejahteraan sosial, yakni Komunitas Adat Terpencil di provinsi tersebut.

“KAT atau absolute culture community banyak di Provinsi Banten, yang sudah kami lakukan adalah melakukan pembinaan lebih dalam kultural yaitu keserasian sosial menjadi salah satu tugas dan fungsi Dinsos dan Kementerian Sosial. Selama ini kami melakukan pembinaan keserasian sosial, karena hal ini sangat penting mengingat potensi bencana sosial atau gesekan antar budaya harus kita hindari dan antisipasi secara bersama-sama,” ungkapnya.

Nurhana menjelaskan, pemprov selama ini dalam melakukan tupoksinya bersama kabupaten/kota dan kemensos serta dibantu oleh PSKS baik itu para pendamping, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).

“Dari hasil VKN di Desa Gumantar ini saya terilhami bahwasanya seluruh PSKS dan para relawan sosial lainnya dapat kita perankan secara masiv dalam menjaga keserasian sosial antara KAT dengan masyarakat biasa. Kita harus melakukan pemberdayaan dan pendekatan sosial yang komperensif sehingga mereka secara kultural tidak terganggu. Kita bisa saja membuka kampung wisata soaial ,” paparnya.

Untuk kampung wisata sosial lanjut Nurhana, akan fokus terhadap peristiwa sosial atau hubungan sosial yang bisa menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Intinya, adalah pembinaan terhadap desa-desa di Provinsi Banten, seperti Gumantar, sudah dan selalu dilakukan oleh Dinsos Provinsi, bersama dengan Kabupaten/Kota dan Kemensos,” katanya.

“Tujuan ke Gumantar Kabupaten Lombok Utara, Visitasi Kepemimpinan Nasional, saya menjadi lebih terinsipirasi untuk menjaga kearifan lokal terhadap komunitas adat tersebut, saya akan memberikan dorongan lebih kepada PSKS melalui mekanisme keselenggaraan sosjal melalui keserasian sosial tadi,” sambung Nurhana.

Jika hal ini dapat terwujud, maka Komunitas Adat Terpencil di Banten dengan pengembangan kampung wisata sosial dapat menjadi nilai tambah positif untuk kesejahteraan.

“Alangkah indahnya, apabila komunitas adat mimiliki keserasian, kesadaran maupun kesalehan sosial antar komunitas. Hubungan sosial atau interaksi-interaksi sosial akan menjadi potensi pariwisata yang sangat menarik,” imbuhnya.

baca juga: Goa Kanekes Sawarna Menikmati Stalagnit dan Stalagmit Bumi Baduy

Agar program dan rencana pengembangan wisata sosial dapat terwujud secara maksimal, Dinsos Banten masih akan mengemasnya dengan melibatkan seluruh pihak, sehingga nantinya bukan hanya menarik wisatawan saja, akan tetapi dapat menarik ilmuwan untuk melakukan kajian.

“Insya Allah kedepan kami akan membuat konsep lebih baik dan menarik dengan membungkus interaksi-interaksi sosial. Bahkan beberapa kasus dapat dijadikan penelitian oleh para imuwan maupun akademisi,” pungkasnya. (lenba)

Comment

Feed