• Minggu, 5 Februari 2023

Biaya Haji 2023 Alami Kenaikan Menjadi Rp 69 Juta Per Jemaah

- Jumat, 20 Januari 2023 | 14:04 WIB
Ilustrasi ibadah haji 2023, yang biayanya disusulkan pemerintah Rp69 juta per jemaah. (Pixabay/GLady)
Ilustrasi ibadah haji 2023, yang biayanya disusulkan pemerintah Rp69 juta per jemaah. (Pixabay/GLady)

 



LENSABANTEN.COM, JAKARTA - Kementerian Agama atau Kemenag mengusulkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2023 sebesar Rp98.893.909,11 per jemaah.  Rencananya 30 persennya atau Rp29.700.175,11-nya akan diambilkan dari komponen manfaat optimalisasi dana haji. Sementara itu, Rp69 juta lainnya akan berasal dari pembiayaan yang dibayar jamaah haji.

"Tahun ini pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH per jemaah sebesar Rp 98.893.909, ini naik sekitar Rp 514 ribu dengan komposisi (Biaya Perjalanan Ibadah Haji ) Bipih Rp 69.193.733 dan nilai manfaat sebesar Rp 29.700.175 juta atau 30 persen," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta, Kamis, 19 Januari 2023 kemarin.

BPIH 2023 itu kontras bila dibandingkan BPIH 2022 lalu yang sebesar Rp98.379.021,09. Saat itu, komposisi BPIH yang dikenakan kepada calon haji sebesar Rp39.886.009,00 atau 40,54 persen.

Baca Juga: Uji Coba Autogate di Terminal 3 Bandara Soetta Sudah 44.536 Orang Melintas

Jika usulan itu disetujui DPR, maka biaya haji tahun ini akan naik hampir dua kali lipat ketimbang tahun lalu yang hanya sebesar Rp 39,8 juta. Ongkos ini juga lebih tinggi dibandingkan 2018 sampai 2020 lalu yang ditetapkan sebesar Rp 35 juta.

Menurut Yaqut, kebijakan ini diambil untuk menjaga keberlangsungan dana nilai manfaat di masa depan. Ia menilai pembebanan BPIH harus mengedepankan prinsip keadilan.

Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj menyatakan biaya kenaikan haji merupakan konsekuensi yang sulit dihindari. Hal ini utamanya jika pembandingnya menggunakan acuan biaya sebelum pendemi di 2019.

Baca Juga: Mayoritas Hamil Duluan Ratusan Anak di Bandung Ajukan Dispensasi Menikah

"Kenaikan biaya haji ini sulit dihindari karena dipicu kenaikan berbagai komponen kebutuhan, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi. Ini seperti biaya angkutan udara karena avturnya juga naik, hotel, pemondokan, transportasi darat, katering, obat-obatan, alkes dan sebagainya, belum lagi pengaruh inflasi, sehingga biaya haji mesti beradaptasi atas situasi tersebut," katanya. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usut Tuntas, Penembakan Waketum JMSI

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:41 WIB

Penambahan Masa Jabatan Kades, Gagasan Ceroboh

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:13 WIB
X