• Minggu, 5 Februari 2023

Mayoritas Hamil Duluan Ratusan Anak di Bandung Ajukan Dispensasi Menikah

- Selasa, 17 Januari 2023 | 20:43 WIB
Ketua Pengadilan Agama (PA) Bandung, Asep M. Ali Nurdin. (Ayobandung.com)
Ketua Pengadilan Agama (PA) Bandung, Asep M. Ali Nurdin. (Ayobandung.com)

 


LENSABANTEN.COM, BANDUNG - Kantor Pengadilan Agama Bandung, Jawa Barat mencatat ada ratusan anak di bawah batas minimal mengajukan dispensasi menikah pada kurun tahun 2022.

Jumlah anak yang mengajukan sebanyak 143 orang dengan usia di bawah 19 tahun, hal ini diungkapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Ali Nurdin.

Ali menjabarkan bahwasannya anak  yang mengajukan dispensasi menikah 95 persen berstatus sudah putus sekolah. Adapun pendidikan terakhir yang mereka raih terakhir pada jenjang SD dan SMP.

"Warga itu berusia di bawah 19 tahun. Sementara itu, amanat UU No 16 Tahun 2019 (tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perwakinan), batas usia minimal untuk menikah di Indonesia, yakni 19 tahun," ucap Ali pada Selasa, 17 Januari 2023.

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Tangerang Beberkan Ada Penggelapan Bansos di Kecamatan Neglasari

Ali mengungkapkan perihal penyebabnya, tidak kurang dari 90 persen yang mengajukan dispensasi menikah sudah hamil duluan. Usianya (saat mengajukan dispensasi), 17-18 tahun.

Kendati demikian, pihaknya mencatat angka penurunan pengajuan dispensasi di 2022 dibandingkan tahun 2021 dan 2020 silam.

Hal tersebut di klaim ada peningkatan pemahaman warga dalam menghindari terjadinya pernikahan dini yang tidak diinginkan.

Perihal jumlah pemohon pada 2021, Ali menyampaikan, sebanyak 193. Sementara itu, pada 2020, pemohon berjumlah 219.

Baca Juga: 3 Orang Tewas pada Bentrokan Pekerja di Perusahaan Nikel di Morowali, Berikut Kronologisnya

"Untuk 2023, per 17 Januari, ada enam pemohon dispensasi menikah. Tidak semua pengajuan dikabulkan hakim. Untuk yang 2023, tiga sudah dikabulkan hakim. Tiga lagi belum melalui persidangan," kata dia.

Syarat Pengajuan Dispensasi Menikah

Pengajuan dispensasi itu bisa terlaksana saat dikabulkan hakim. Adapun syarat pengajuan, mesti berasal dari orang tua atas anak yang hendak menikah. Orang tua menyerahkan salinan identitas KTP, kartu keluarga, buku nikah, akta kelahiran atau ijazah anaknya, serta surat penolakan dari KUA.

"Perlu juga ada bukti, calon suami dapat menjamin nafkah calon pengantin perempuan yang masih di bawah batas usia menikah. Berlandaskan itu, calon pengantin laki-laki yang masih kurang umur pun perlu punya bukti telah memiliki penghasilan. Dalam prosesnya, hakim niscaya memberi saran dan nasihat, agar menangguhkan pernikahan sampai memenuhi batas minimal usia sebagaimana amanat undang-undang," ucap dia memaparkan.

Budaya atau adat istiadat masyarakat, paksaan orang tua, status ekonomi keluarga, pendidikan, marriage by accident merupakan beberapa penyebab pernikahan anak menurut artikel dalam laman puspensos.kemensos.go.id. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Sumber: Pikiran rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usut Tuntas, Penembakan Waketum JMSI

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:41 WIB

Penambahan Masa Jabatan Kades, Gagasan Ceroboh

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:13 WIB
X