• Minggu, 5 Februari 2023

Sudah Tak Ada Pasien Covid-19 Dirawat RSDC Wisma Atlet Ditutup

- Sabtu, 31 Desember 2022 | 10:46 WIB
RSDC Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: PMJ News/Instagram @kemenkes)
RSDC Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: PMJ News/Instagram @kemenkes)

 

 



LENSABANTEN.COM, JAKARTA - Seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Indonesia, RSRumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta akan ditutup mulai hari ini sabtu 31 Desember 2022.

Selain itu keputusan RSDC Wisma Atlet Ditutup lantaran jumlah keterisian kamar juga tidak ada. Tingkat keterisian kamar yang berkurang terjadi sejak akhir November 2022 kemarin.

Penutupan RSDC Wisma Atlet ini dibenarkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto.

Baca Juga: Epidemiolog Dukung Jokowi Cabut PPKM Karena Covid-19 Sudah Terkendali

Kendati demikian, Suharyanto menerangkan bahwa RSDC Wisma Atlet Kemayoran tidak ditutup total. Namun, ada satu tower yang disisakan sebagai langkah antisipasi.

"Masih disisakan 1 Tower (6) untuk antisipasi perkembangan ke depan," ujarnya, Jumat, 23 Desember 2022.


Nihil Pasien

Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kolonel dr Mintoro Sumego mengatakan terhitung sejak Kamis, 29 Desember 2022 tidak ada lagi pasien Covid-19 yang dirawat.

"Bukan dikosongkan, tapi pasien sudah tidak ada yang dirawat. Sejak Kamis siang," katanya, Jumat, 30 Desember 2022.

Wisma Atlet Kemayoran atau RSDC akan berhenti operasi pada 31 Desember 2022. (Pixabay/corgaasbeek)

Baca Juga: Vaksinasi Booster Kedua Covid-19 untuk Lansia Dimulai, Berikut Cara Mendaftarnya  

Meski begitu, Mintoro Sumego memastikan pihaknya akan tetap menyediakan tower 6 untuk berjaga-jaga apabila ada pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan.

"Saat ini tetap di-standby-kan tower 6," ucapnya.

PPKM Dihentikan

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir pandemi Covid-19 menjadi semakin terkendali.

“Per 27 Desember 2022 kasus harian 1,7 kasus per satu juta penduduk, positivity rate mingguan itu 3,35 persen. Tingkat perawatan rumah sakit berada di angka 4,79 persen dan angka kematian 2,39 persen. Ini semuanya berada di bawah standar dari WHO (organisasi kesehatan dunia),” ujarnya. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usut Tuntas, Penembakan Waketum JMSI

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:41 WIB

Penambahan Masa Jabatan Kades, Gagasan Ceroboh

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:13 WIB
X