• Minggu, 5 Februari 2023

Pemerintah Mulai Panas, KKB akan Ditangkap Hidup-hidup atau Mati

- Kamis, 29 Desember 2022 | 09:26 WIB
Tiga mobil polisi dibakar anggota KKB Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen  (Istimewa )
Tiga mobil polisi dibakar anggota KKB Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen (Istimewa )

 

 




LENSABANTEN.COM, PAPUA - Teror yang dilakukan oleh kelompok teroris di Papua mulai membuat gerah para penegak hukum di Indonesia.

Sejumlah langkah tegas akan mulai dilakukan agar para pelaku teror di Papua dapat dituntaskan sehingga masyarakta dapat beraktivitas normal kembali.

Seperti yang diketahui, beberapa hari belakangan publik dikejutkan oleh aksi teror pelaku teroris di Papua yang menghilangkan nyawa manusia tidak berdosa.

Baca Juga: Kelompok Teroris di Papua Tembak Mati Karyawan BPD


Terkait hal itu, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel T.M. Silotonga memerintahkan anak buahnya untuk bertindak tegas pada kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Daniel mengarahkan personel Polri di jajarannya tidak boleh lengah menghadapi teror KKB yang telah membuat warga sipil di Maybrat, Papua Barat Daya ketakutan.

"Kami siaga satu hadapi KKB di Maybrat. Intinya para penjahat itu harus ditangkap hidup atau mati," kata Daniel dengan tegas.

Baca Juga: Habis Coba Sirkuit Mandalika, Jokowi Menuju Papua

Anggotanya Ditembak Mati, Para Petinggi KKB Papua Enggan Berkomentar.


Kapolda juga menerangkan daerah Maybrat kini sudah di bawah kendali Polri dan TNI, setelah sebelumnya KKB mengklaim telah menduduki daerah itu.

"Sampai saat ini Maybrat dalam situasi kondusif. Polri dan TNI melakukan evaluasi berkala bersama Pemkab Maybrat sehingga kami memastikan video yang beredar tentang KKB menguasai Distrik Kmurkek itu tidak benar," kata Irjen Pol. Daniel.

Diketahui bahwa KKB yang masih bersarang di wilayah Maybrat hingga Bintuni Papua Barat masih menebar teror terhadap warga sipil dan aparat keamanan.

Baca Juga: Dishub Kota Tangerang Awasi Ketat Jam Operasional Truk Tanah, Libatkan TNI-Polri

Polisi telah menyebar identitas sejumlah anggota KKB yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam rangkaian serangan terhadap pos militer maupun warga sipil pekerja jalan.

Panglima TNI Yudo Margono juga telah diperintahkan Presiden Jokowi mengenai KKB ini.

Kepada Yudo, Jokowi meminta KKB Papua ditindak tegas, namun tetap menjunjung tinggi pendekatan humanis.

"Saya kira baik pendekatan humanis baik, pengurangan prajurit TNI di Papua itu baik, tetapi harus tegas di sana KKB selalu berbuat seperti itu ya tidak akan selesai-selesai masalahnya," ungkap Jokowi.***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usut Tuntas, Penembakan Waketum JMSI

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:41 WIB

Penambahan Masa Jabatan Kades, Gagasan Ceroboh

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:13 WIB
X