• Minggu, 5 Februari 2023

Waspada Website Palsu Pengurusan e-VoA, Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Lakukan Sosialisasi

- Rabu, 7 Desember 2022 | 19:34 WIB
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta Mewaspadai bermunculannya website palsu untuk pengurusan Electronic Visa on Arrival (e-VoA). (Ist)
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta Mewaspadai bermunculannya website palsu untuk pengurusan Electronic Visa on Arrival (e-VoA). (Ist)

 

LENSABANTEN.COM, JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta Mewaspadai bermunculannya website palsu untuk pengurusan Electronic Visa on Arrival (e-VoA).

Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Muhammad Tito Andrianto meminta agar seluruh masyarakat waspada dalam mengurus dokumen keimigrasiannya seperti visa.

“Saat ini tengah muncul website bodong untuk melakukan pengurusan e-VoA,"ujarnya dalam forum Focus Group Discussion (FGD)  di Mercure  Convention Center, Ancol, Jakarta, Rabu 7 Desember 2022.

Baca Juga: Gunakan Paspor Palsu ke Jerman, Warga Suriah Ditangkap Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Tito menegaskan, pengurusan e-VoA hanya bisa melalui website resmi dari Imigrasi Indonesia di
molina.imigrasi.go.id. "Diluar itu dipastikan bahwa website tersebut adalah palsu dan termasuk
motif kejahatan siber," kata Tito.

Tito mengungkapkan, dalam satu bulan terakhir ini jumlah warga negara asing (WNA) pengguna e- Voa melonjak dengan signifikan. Berdasarkan data, selama bulan November, WNA pengguna VoA mencapai  52.386 dan pengguna aplikasi e-VoA 3.713.

Namun, Tito menyayangkan peningkatan  WNA pengguna e-VoA ini dimanfaatkan oleh pihak pihak tak bertanggungjawab  menggunakan website palsu.

Baca Juga: Imigrasi Berikan Fasilitas Khusus 2.105 Jurnalis Asing Meliput KTT G20

e-VoA merupakan inovasi terkini dari Direktorat Jenderal Imigrasi dalam hal memberikan kemudahan bagi Warga Negara  Asing (WNA) yang hendak masuk ke wilayah Indonesia. Aplikasi ini mulai diluncurkan pada 9 November lalu.

"Dengan e-VoA maka WNA yang tiba di Indonesia bisa langsung menuju konter pemeriksaan Imigrasi tanpa perlu antre untuk membayar visa lagi," kata Tito.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi  Soekarno-Hatta Habiburrahman mengakui, ada dua kendala dalam penyerapan pengguna e-VoA saat ini yaitu, minim sosialisasi dan merebaknya fraud/scam website e-VoA diluar molina.imigrasi.go.id.

Baca Juga: Perdana, Imigrasi Soekarno-Hatta Laksanakan Uji Coba e-VOA

"Karena itu, Imigrasi Soekarno-Hatta akan gencar melakukan sosialisasi penggunaan e-VoA dan menangkal scam. "Kami tekankan e-VoA prosesnya simpel dan cepat. Dapat dilakukan dimana saja," kata Habiburrahman.

Sosialisasi yang massif terkait aplikasi e-VoA ini, kata Habiburrahman, juga untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru agar WNA menggunakan e- VoA. "Natal dan Tahun Baru tersosialisasi dengan baik sehingga pengguna e- VoA bisa mencapai 100 persen," ujarnya.

Menurut Habiburrahman, antara VOA dan e-VoA memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Jika VoA, visa didapatkan di Indonesia dan pembayaran dilakukan di Indonesia, harus antre dua kali yaitu saat pembayaran dan pemeriksaan imigrasi, stiker visa model cetak.

  Baca Juga: Imigrasi Soekarno-Hatta Siapkan 4 Alur Kedatangan untuk Delegasi dan Jurnalis G20

Sementara e-VoA proses pengajuan di luar negeri, pembayaran melalui e-channel di luar negeri, antre hanya 1 kali saat pemeriksaan keimigrasian dan hanya stiker termal tanda masuk.

Sementara itu, Coustermer Service Manager Singapur Airlines, Neneng Sadiah mengungkapkan adanya e-Voa dapat mempermudah WNA yang menggunakan maskapai itu   memasuki Indonesia.

"Feedback bagus, karena begitu kami dapat info dari tanggal 9 dan sambutannya bagus. Mereka lebih mudah dan mengurangi antrian karena ada counter sendiri," ujarnya.

Neneng mengatakan, setiap hari maskapai ini mengangkut seribu lebih penumpang dengan menggunakan lima penerbangan. "Dengan adanya kebijakan e-Voa. Penumpang sekarang tidak perlu antre. Hanya tinggal ke imigrasi clearen. 1 hari kami ada 5 flaight dan semua pesawat penuh. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usut Tuntas, Penembakan Waketum JMSI

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:41 WIB

Penambahan Masa Jabatan Kades, Gagasan Ceroboh

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:13 WIB
X