• Minggu, 5 Februari 2023

Gunakan Paspor Palsu ke Jerman, Warga Suriah Ditangkap Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

- Senin, 28 November 2022 | 17:29 WIB
 Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Muhhamad Tito Andrianto menyebutkan, penyidik Imigrasi Soekarno-Hatta akan melakukan pengembangan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.  (Eky Fajrin)
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Muhhamad Tito Andrianto menyebutkan, penyidik Imigrasi Soekarno-Hatta akan melakukan pengembangan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. (Eky Fajrin)

 


LENSABNATEN.COM, KOTA TANGERANG - Seorang pria berkewarganegaraan Suriah berinisial GSA (60) berhasil ditangkap petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta lantaran ketahuan menggunakan paspor palsu Uni Emirat Arab (UEA), Kota Tangerang, Banten, Senin 28 November 2022.


GSA diketahui berencana bertemu dengan kedua anaknya di Jerman setelah 9 tahun tidak bertemu dan menjadi pengungsi disana. Dijadwalkan GSA terbang lebih dulu melalui Belanda dengan pesawat KLM Royal Dutch Airline KL810.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Muhhamad Tito Andrianto menyebutkan, penyidik Imigrasi Soekarno-Hatta akan melakukan pengembangan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Baca Juga: Imigrasi Berikan Fasilitas Khusus 2.105 Jurnalis Asing Meliput KTT G20

Kasus ini terungkap berkat adanya laporan dari masyarakat yang aktif dan memberikan laporan secara cepat.

“Saya mengapresiasi masyarakat yang telah menginformasikan temuan tersebut dengan cepat. Saya juga mengapresiasi pihak maskapai yang dapat bersinergi dengan baik dalam kasus ini”, jelasnya.


Bidang Intelejen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Pandu mengungkapkan, pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dengan hasil awal menunjukan adanya indikasi paspor UEA milik GSA adalah palsu, yaitu nomor paspor dengan MRZ pada biodata paspor yang berbeda.

Baca Juga: Electronic Visa on Arrival Resmi Diluncurkan, Imigrasi Soekarno-Hatta Siap Melayani

"Temuan tersebut diperkuat dengan hasil uji forensik yang menggunakan alat VSC 80i sehingga membuktikan bahwa paspor tersebut telah mengalami beberapa modifikasi diantaranya security Feature sinar UV yang tidak berpendar pada halaman biodata, benang jahitan merupakan benang jahitan biasa, terdapat lubang jahitan ulang, lubang perforasi tidak bulat presisi dan tidak beraturan, tulisan microprinting “United Arab Emirates” pada halaman cover dalam bias, dan sudut buku paspor tampak potongan asimetris,"katanya.


Atas perbuatanya, GSA dapat dijerat dengan Pasal 119 Undang-undang RI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp.500 juta. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usut Tuntas, Penembakan Waketum JMSI

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:41 WIB

Penambahan Masa Jabatan Kades, Gagasan Ceroboh

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:13 WIB
X