• Minggu, 2 Oktober 2022

Kapolri Buka Modus Polisi Tutupi Jejak Pelaku Pembunuhan Brigadir J

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:31 WIB
Janji Kapolri dalam Proses Penyidikan Kasus Kematian Brigadir J, Sampaikan Permohonan Maaf hingga Pertemuan dengan Fredy Sambo (Liputan6.com)
Janji Kapolri dalam Proses Penyidikan Kasus Kematian Brigadir J, Sampaikan Permohonan Maaf hingga Pertemuan dengan Fredy Sambo (Liputan6.com)




LENSABANTEN.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan modus atau cara yang dilakukan olej oknum polisi pada divisi profesi dan pengamanan (Divpropam) dalam membantu menghilangkan jejak para tersangka serta menghalangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.


Kata Kapolri, upaya penghilangan jejak pembunuhan dilakukan pada Sabtu 9 Juli 2022 satu hari pasca terjadinya penembakan yang membuat Brigadir J meregang nyawa.

Kala itu, personel Biro Pengamanan Internal (Paminal) Polri menyisir tempat kejadian perkara (TKP) di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang berada di kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Utara 1 Jakarta Selatan.

Baca Juga: Polres Tangerang Kota Gerebek Judi Online di Cipondoh, 8 Orang Diamankan


Masih kata Kapolri, proses penyisiran TKP dilakukan bersamaan dengan proses rekonstruksi yang melibatkan dua ajudan Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer dan Bripka Ricky Rizal serta asisten rumah tangga istri Sambo, Kuat Maruf.

"Personel biro Paminal Divpropam Polri di saat yang bersamaan kemudian menyisir TP dan memerintahkan untuk mengganti hard disk CCTV yang berada di pos pengamanan Duren TIga,"kata Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu 24 Agustus 2022.

"Hard disk CCTV ini kemudian diamankan oleh personel Divpropam Polri,"imbuh Kapolri.

Kapolri turut memaparkan sejumlah pelanggaran yang dilakukan personel polisi dari berbagai satuan kerja dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J ini.

Baca Juga: Kapolri Berjanji Segera Sampaikan Hasil Penyelidikan Novia Widyasari, Ini Kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Ia menyebut, pelanggaran pertama ada pada saat personel Propam masuk di TKP yang semestinya tidak boleh dilakukan untuk menjaga status quo.

Kedua, ada personel Polri yang tidak berkepentingan ikut mengangkat jenazah Brigadir J sebelum oalh TKP selesai sepenuhnya.

Pelanggaran ketiga yakni ada personel Divpropam Polri yang memerintahkan asisten rumah tangga Irjen Ferdy Sambo untuk membersihkan TKP setelah situasi mulai terkendali.

Kapolri melanjutkan, pelanggaran keempat adalah personel Polri bernama Susanto dan Agus Nur Patria memegang dan mengokang senjata api yang digunakan ajudan Irjen Ferdy Sambo,, Bharada E dalam kejadian itu.

Baca Juga: Bareskrim Polri : Nilai Aset Indra Kenz yang akan Disita Rp 57, 2 Milyar


Pelanggaran kelima, barang bukti berupa 2 pucuk senjata api, magasen, dan peluru baru diserahkan kepada penyidik Polresto, Jakarta Selatan pada 11 Juli 2022.

Pelanggaran keenam, barang bukti berupa alat komunikasi telepon selular tersangka dihilangkan dan diganti dengan ponsel baru untuk menutup peristiwa sebenarnya.

Pelanggaran ketujuh, proses penyidikan dan penanganan CCTV oleh penyidik Polda Metro Jaya yang tidak utuh dan menghilangkan beberapa rangkaian peristiwa penting.

Pelanggaran kedelapan, adalah CCTV di pos kemanan komples Polri Duren tiga yang diganti.

Itulah sejumlah pelanggaran dan modus para oknum polisi yang diterangkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam membantu Ferdy Sambo menghilangkan jejak pembunuhan terhadap Brigadi J. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UAS Resmikan Rumah Tahfidz Pengurus JMSI

Jumat, 16 September 2022 | 10:38 WIB

Bank bjb Raih Top GRC Award 2022

Rabu, 7 September 2022 | 11:46 WIB

Citilink Angkat Jaka Ari Triyoga Sebagai Direktur Teknik

Selasa, 6 September 2022 | 20:00 WIB
X