• Kamis, 8 Desember 2022

Beli Migor Curah Warga Diharuskan Gunakan Pedulilindungi, Kapan?

- Jumat, 24 Juni 2022 | 19:02 WIB
Minyak goreng curah (Antara/Aditya Pradana Putra)
Minyak goreng curah (Antara/Aditya Pradana Putra)

 


LENSABANTEN.COM - Masyarakat yang akan membeli minyak goreng curah akan diwajibkan menggunakan aplikasi Pedulilindungi. Sistem baru ini disebut bertujuan untuk menata distribusi minyak goreng agar lebih baik.

Penggunaan PeduliLindungi berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan untuk memitigasi adanya penyelewengan di berbagai tempat dan dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan juga kenaikan harga minyak goreng.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, kebijakan baru itu lebih dulu akan disosialisasikan sebelum diterapkan sepenuhnya. Disisi lain, dengan begitu diharapkan menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen.

Baca Juga: JMSI Siap Bekerjasama Sukseskan Pemilu 2024 Berantas Hoaks

Nantinya setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian minyak curah akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sementara, masyarakat yang belum memiliki aplikasi PeduliLindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan KTP.

"Masa sosialisasi akan dimulai besok Senin 27 Juni 2022 dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Setelah masa sosialisasi selesai, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan NIK, untuk bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi," ujar Luhut dalam pernyataan resminya, Jumat 24 Juni 2022.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk merespon sengkarut harga minyak goreng yang terjadi sejak beberapa bulan lalu. Beberapa langkah yang diambil pun mulai membuahkan hasil dengan semakin turunnya harga minyak goreng curah di beberapa daerah.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Kebijakan Tangani PMK Ternak di Tanah Air

Lebih jauh ia menjelaskan, pembelian minyak curah di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kg untuk satu NIK per harinya dan dijamin bisa diperoleh dengan harga eceran tertinggi, yakni Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Terkini 6,1 SR Terjadi di Barat Daya Garut

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:39 WIB

Hari AIDS Sedunia, Momen Akhiri Penularan HIV

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:16 WIB

Aksi Hijau Kampung Berseri Astra Suntenjaya

Sabtu, 26 November 2022 | 16:17 WIB

BREAKING NEWS: Korban Gempar Cianjur Capai 56 Jiwa

Senin, 21 November 2022 | 19:03 WIB

Gempa di Cianjur, Porprov Banten Terkena Dampak?

Senin, 21 November 2022 | 16:40 WIB
X