• Kamis, 8 Desember 2022

Muhammadiyah Kecam Bendera LGBT Berkibar di Indonesia

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:05 WIB
Bendera LGBT yang dikibarkan sejajar dengan Bendera Inggris di kantor Kadubes Inggris di Jakarta.  (Instagram @ukinindomesia)
Bendera LGBT yang dikibarkan sejajar dengan Bendera Inggris di kantor Kadubes Inggris di Jakarta. (Instagram @ukinindomesia)

 



LENSABANTEN.COM - Kedutaan besar Inggris diketahui mengibarkan bendera pelangi, simbol lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Hal ini menuai kecaman berbagai pihak di Indonesia.

Pengibaran bendera yang kemudian di foto dan di unggah di laman resmi instagram kedubes Ingrris menambah kekecewaan publik Indonesia.

Dalam laman instagram kedubes Ingrris menuliskan : "Terkadang penting untuk mengambil sikap terhadap apa yang menurut kita benar, bahkan jika ketidaksepakatan di antara teman bisa membuat ini tidak nyaman...Inggris akan memperjuangkan hak-hak LGBT+ dan mendukung pihak yang membela mereka. Kami ingin hidup di dunia yang bebas dari segala jenis diskriminasi," bunyi caption yang ditulis Kedubes Inggris di unggahan tersebut.

Baca Juga: Cuaca Panas Bayangi Puncak Ibadah Haji 1443 Hijriah

Terkait hal ini, Muhammadiyah menyesalkan sikap Kedutaan Besar Inggris di Indonesia yang mengunggah foto bendera pelangi, simbol kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di laman Instagram resmi mereka.

Menurut Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, unggahan itu menandakan bahwa Kedubes Inggris tidak menghormati Indonesia.


"Muhammadiyah sangat menyesalkan sikap Kedubes Inggris yang tidak menghormati Negara Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera LGBT," ujar Anwar dalam keterangan resmi, Sabtu 21 Mei 2022.

Baca Juga: Perkuat Konektivitas, Citilink Tambah Tiga Rute dari Medan

Padahal, menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan falsafah Pancasila yang sangat menghormati nilai-nilai agama. Sementara tidak ada agama di Indonesia yang mengakui LGBT.

"Tidak ada satu agama pun dari enam agama yang diakui oleh negara Indonesia yang mentolerir praktik LGBT. Apalagi agama Islam yang merupakan agama mayoritas penduduk di negeri ini," katanya.

Di sisi lain, Anwar menilai LGBT bukan hak asasi manusia. Menurutnya, LGBT merupakan perilaku menyimpang yang bisa diobati dan diluruskan.

Baca Juga: Medsos Jadi Ancaman Baru Bagi Indonesia

Justru, LGBT adalah tindakan yang anti-manusia dan kemanusiaan karena bisa memunculkan kepunahan. Sebab, laki-laki kawan dengan laki-laki. Pun begitu dengan perempuan yang kawin dengan perempuan.

"Karena adalah mustahil laki-laki kawin dengan laki-laki atau perempuan kawin dengan perempuan akan melahirkan anak," tuturnya.

"Bila mereka melakukan perkawinan sejenis maka sudah bisa diperkirakan 150 tahun yang akan datang, tidak akan ada seorang pun anak manusia di muka bumi ini," lanjutnya. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Terkini 6,1 SR Terjadi di Barat Daya Garut

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:39 WIB

Hari AIDS Sedunia, Momen Akhiri Penularan HIV

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:16 WIB

Aksi Hijau Kampung Berseri Astra Suntenjaya

Sabtu, 26 November 2022 | 16:17 WIB

BREAKING NEWS: Korban Gempar Cianjur Capai 56 Jiwa

Senin, 21 November 2022 | 19:03 WIB

Gempa di Cianjur, Porprov Banten Terkena Dampak?

Senin, 21 November 2022 | 16:40 WIB
X