Jajanan Tradisional Khas Masyarakat Banten yang Sayang Dilewatkan

Banten, LensaBanten – Jajanan tradisional termasuk dalam warisan kuliner dari nenek moyang yang seharusnya tidak dilupakan. Karena ini juga bisa dikatakan sebagai suatu kekayaan daerah yang pastinya sangat sayang jika keberadaannya dikesampingkan dan tergusur jajanan kekinian.

Berbicara soal jajanan tradisional, dalam hal ini jajanan tradisional khas Banten, berikut beberapa diantaranya yang layak untuk dicicipi saat sedang berkunjung ke provinsi yang kaya akan wisata pantai ini.

Aneka Jajanan Tradisional Khas Banten

a. Bontot
Kata bontot biasanya digunakan untuk merujuk pada anak terakhir atau anak bungsu, tetapi kalau di Banten, bontot ini justru berupa camilan tradisional. Bentuknya mirip dengan cireng, rasanya gurih dan warnanya merah muda. Bontot ini akan lebih nikmat jika disajikan dengan sambal, terutama sambal kacang.

b. Ketan Bintul
Nah, sesuai dengan namanya, ketan bintul ini adalah jajanan tradisional Banten yang bahan dasarnya adalah ketan, dimana ketan ini dikukus terlebih dahulu baru kemudian ditumbuk dan disajikan bersama dengan serundeng. Jajanan ini lebih populer di saat bulan puasa karena banyak orang Banten yang menjadikan ketan bintul sebagai santapan untuk berbuka.

c. Cecuer
Kalau cecuer, ini adalah jajanan tradisional Banten yang berwarna hijau dengan tekstur kenyal, wangi dan rasanya gurih. Bahan dasarnya adalah tepung beras serta air perasan daun suji sebagai pemberi aroma wangi dan biasa disajikan bersama dengan ampas kelapa.

d. Leumeung atau Lemang
Sama dengan ketan bintul, leumeung atau lemang ini juga berbahan dasar ketan. Tetapi cara pengolahannya sangat berbeda, dimana leumeung atau lemang ini berupa campuran antara beras ketan dengan santan lalu dimasukkan ke dalam bambu untuk kemudian dibakar hingga matang.

e. Kue Jojorong
Kue jojorong juga menjadi jajanan tradisional Banten yang layak untuk Anda coba. Kue ini adalah kue basah dengan sensasi rasa yang lembut dan gurih dan bisa Anda temukan dengan muda di daerah Rangkasbitung. Bahan dasar dari kue ini adalah gula merah, tepung sanji serta tepung beras, dan biasa dibungkus dengan daun pisang.

f. Kue Pasung
Oke, lanjut ke jajanan tradisional yang selanjutnya ya, namanya adalah kue pasung. Sedikit seram memang, tetapi, kue ini tidak akan mendatangkan mimpi buruk jika Anda mencicipinya. Bahan dasarnya cenderung sama dengan kue jojorong, tetapi pada kue pasung, adonannya dibagi menjadi dua, dimana salah satunya adalah campuran dari gula merah serta tepun beras. Sedangkan yang lainnya adalah campuran antara santan dan tepung sagu.

g. Kue Apem
Masih ada jajanan tradisional khas Banten yang lainnya loh, namanya adalah kue apem putih. Uniknya, kue apem putih yang sebenarnya berasal dari Pandeglang ini memiliki sediki rasa asam. Ini karena kue apem dibuat dari tepung beras yang kemudian dicampurkan dengan tape. Untuk masyarakat Banten sendiri, kue apem ini biasa dinikmati dengan cairan gula merah.

h. Kue Balok Menes
Nah, jajanan tradisional khas Banten yang selanjutnya adalah kue balok menes. Kue ini adalah kue yang terbuat dari singkong, dibentuk seperti kotak lalu disajikan bersama dengan serundneg.

Nah, itu dia beberapa jajanan tradisional khas masyarakat Banten yang bisa sekalian Anda cicipi jika Anda berada di provinsi ini. Selain itu ada juga minuman khas Banten yang bisa melengkapi perjalanan Anda ke daerah ini. jalan Semoga informasi yang kami bagikan di atas bisa menambah pengetahuan Anda dan semoga bermanfaat.

Comment

Feed