• Kamis, 8 Desember 2022

Gelombang Panas Melanda Tokyo, Pemerintah Minta Warga Konsumsi Energi Dikurangi

- Selasa, 28 Juni 2022 | 10:03 WIB
Ilustrasi panas ekstrem (Istimewa)
Ilustrasi panas ekstrem (Istimewa)

 

LENSABANTEN.COM - Gelombang panas yang terjadi di wilayah Tokyo dengan suhu mencapai 35 derajat celcius berdampak kepada tingginya konsumsi energi.

Badan Metorologi Jepang menyatakan gelombang panas ini diperkirakan akan terjadi higga satu minggu kedepan.

Pemerintah setempat pun menghimbau agar masyarakat Jepang dapat menghemat konsumsi energi lantaran saat ini penggunaan terus meninggi.

 

Baca Juga: Kekejian Pasukan Israel Berlanjut, Perempuan Palestina Ditembak Mati Padahal Berangkat Kerja

Sebagian besar wilayah Jepang biasanya akan mengalami suhu yang kurang nyaman selama pertengahan musim hujan.

Panas telah melanda bagian lain negara itu dalam beberapa hari terakhir.

Sejak Minggu kemarin, Kota Isesaki di prefektur Gunma, sebelah utara Tokyo, mencatat suhu tertinggi di negara itu pada Juni yakni mencapai 40,2 derajat celcius.

Baca Juga: Rusia Kembali Mendapat Dukungan dari Kim Jong-un

“Kami meminta masyarakat untuk mengurangi konsumsi energi pada sore hari ketika rasio cadangan turun,” kata Yoshihiko Isozaki, wakil kepala sekretaris kabinet seperti dikutip Lensabanten.com dari Pikiran-Rakyat.com.

Isozaki menyarankan agar rumah dan bisnis untuk mematikan lampu yang tidak digunakan dan membatasi penggunaan AC.

Kementerian Ekonomi dan Industri mengatakan orang yang tinggal di wilayah yang dilayani oleh Tokyo Electric Power (Tepco) harus menghemat energi, terutama ketika permintaan memuncak pada sore hari.

Baca Juga: Empat Tentara AS Kena Serangan Rudal di Suriah


Laporan mengatakan kapasitas pembangkit cadangan berisiko turun hingga 3,7 persen di Tokyo, dan wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Kaname Ogawa direktur kebijakan pasokan listrik di kementerian mengatakan permintaan listrik lebih tinggi dari yang diharapkan.

“Kami dilanda panas yang tidak biasa untuk musim ini. Tolong bekerja sama dan hemat daya sebanyak mungkin,” kata Ogawa.

Baca Juga: Simak, Berikut Dua Aturan Baru Jamaah Haji Indonesia


Menurut surat kabar Mainichi Shimbun, ada lebih dari 250 orang di Tokyo dibawa ke rumah sakit setelah menderita sengatan panas.

"Segera setelah musim hujan berakhir, banyak orang yang belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan panas dan menghadapi risiko sengatan panas yang lebih besar," kata Badan Meteorologi dalam sebuah pernyataan.

Akibat sengatan gelombang panas itu, pemerintah pun bahkan telah mengimbau masyarakat untuk melepas masker mereka ketika berada di luar untuk mencegah sengatan panas. ***

Halaman:

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Garuda Indonesia Layani Penerbangan Seoul - Bali

Senin, 5 Desember 2022 | 20:32 WIB

Aaron Carter Meninggal Dunia di Rumahnya

Minggu, 6 November 2022 | 08:17 WIB

Simak, Ini Hasil Pertemuan Jokowi dengan Putin

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:46 WIB
X