BANTEN — Telkomsel memastikan jaringan telekomunikasinya tetap beroperasi normal di Batam, Kepulauan Riau, meski wilayah itu dilanda pemadaman listrik massal yang juga memutus pasokan air dan sinyal seluler selama berjam-jam. Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyebut cadangan baterai dan genset siaga jadi penopang utama layanan saat pasokan listrik PLN terputus. Pernyataan itu muncul ketika pemerintah belum menarik kesimpulan apa pun soal penyebab gangguan berantai di Batam.
Direktur Utama Telkomsel Nugroho memastikan perangkat jaringan perseroan di Batam berfungsi penuh selama periode pemadaman. Menurut dia, kapasitas daya cadangan yang dimiliki Telkomsel cukup untuk menopang operasional saat aliran listrik utama mati.
Pernyataan itu disampaikan Nugroho di sela konferensi pers Bali Tech Week di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Selasa (13/10/2026). Ia mengaku tidak bisa berbicara untuk operator seluler lain karena hanya mengetahui kondisi jaringannya sendiri.
Baterai Cadangan dan Genset Jadi Penopang
Nugroho menjelaskan, dua lapis pasokan daya membuat layanan Telkomsel di Batam tidak terputus. Lapisan pertama adalah baterai backup yang dirancang menutup kebutuhan listrik selama periode pemadaman. Lapisan kedua adalah sejumlah genset yang disiagakan di titik-titik tertentu.
"Karena kebetulan kita punya kapasitas baterai backup-nya selama periode pemadaman itu dan ditambah lagi beberapa genset yang kita standby-kan," tuturnya.
Dari sisi peralatan, Telkomsel mengeklaim tidak ada kerusakan yang membuat layanan terganggu. Nugroho menyebut seluruh perangkat di Batam aman dan bisa melayani pelanggan seperti biasa.
"Alhamdulillah (layanan Telkomsel) di Batam, semua peralatan kita aman sehingga berfungsi dengan baik," ucapnya menambahkan.
Pemerintah Belum Tarik Kesimpulan
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid merespons peristiwa yang membuat layanan dasar di Batam tumbang bersamaan. Ia menyatakan Komdigi masih menunggu hasil komunikasi lintas sektoral sebelum memberi keterangan resmi.
"Kita masih melihat kejadian di Batam ini, jadi kita belum dapat menyampaikan apa pun sambil tim kita berkomunikasi dengan lintas sektoral," kata Meutya.
Hingga keterangan itu diberikan, belum ada konklusi soal penyebab maupun pola gangguan. Komdigi menunggu koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain sebelum menyimpulkan apa pun.
"Jadi untuk saat ini, belum dapat tercapai konklusi atau kesimpulan apa pun. Sekali lagi sampai tim kami berkoordinasi dengan tim dari K/L-K/L lainnya," ungkapnya.
Gangguan Berantai yang Jadi Perhatian Publik
Pemadaman listrik massal melanda Batam pada Senin (12/10/2026) dan berlangsung hingga belasan jam. Warga kehilangan aliran listrik, pasokan air bersih ikut terganggu, dan sinyal seluler maupun internet sulit diakses.
Kombinasi gangguan itu membuat layanan dasar tak bisa dipakai bersamaan. Laporan soal listrik, air, dan telekomunikasi yang tumbang dalam waktu hampir sama menyebar cepat di media sosial dan menjadi perbincangan warganet.
Bagi pelaku bisnis digital di Batam, peristiwa ini memperlihatkan titik rawan operasional: pembayaran digital, logistik, dan komunikasi pelanggan bergantung pada listrik dan jaringan yang saling terhubung. Ketahanan daya di sisi operator jadi penentu apakah layanan tetap jalan ketika pasokan PLN terputus.
Telkomsel belum menyebut berapa lama genset siaga akan dipertahankan di Batam atau apakah ada penambahan kapasitas daya cadangan menyusul kejadian ini. Komdigi juga belum memberi jadwal kapan hasil koordinasi lintas sektoral akan diumumkan.