SERANG — Gubernur Banten Andra Soni membuka Focus Group Discussion (FGD) di Kota Serang sebagai bagian dari penyusunan studi kelayakan proyek elektrifikasi dan jalur ganda kereta api Rangkasbitung–Merak. Kajian itu disiapkan untuk memperkuat usulan daerah kepada pemerintah pusat soal kebutuhan transportasi publik berbasis rel di Banten bagian barat.
Andra menyebut peningkatan kapasitas kereta api di wilayahnya sudah mendesak. Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung mencapai 77,5 juta orang pada 2025 dan diproyeksikan melonjak hingga 85 juta orang pada 2026.
Tingkat keterisian kereta pada jam sibuk bahkan menembus 161 persen. Angka itu menjadi dasar utama daerah mendorong penambahan kapasitas layanan.
Investasi Rp 1,29 Triliun dan Target Kapasitas Harian
Proyek elektrifikasi jalur Rangkasbitung–Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 1,29 triliun. Melalui pengembangan tersebut, kapasitas layanan harian diproyeksikan melonjak dari 9.900 menjadi 18.000 penumpang.
Pembangunan direncanakan berjalan bertahap. Tahap awal menyasar lintas Rangkasbitung–Serang, sebelum diteruskan menuju Cilegon hingga Pelabuhan Merak.
"Pengembangan infrastruktur rel ini rencananya dilakukan secara bertahap, dimulai dari lintas Rangkasbitung–Serang, sebelum diteruskan menuju Cilegon hingga Pelabuhan Merak," kata Andra.
Alasan Banten Butuh Jalur Ganda dan Elektrifikasi Lanjutan
Andra menegaskan penyusunan studi kelayakan menjadi cara daerah menyampaikan kebutuhan transportasi publik kepada Kementerian Perhubungan. Menurutnya, jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak dibutuhkan untuk menampung lonjakan penumpang.
"Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak," ujar Andra saat membuka FGD.
Dengan kapasitas harian yang ditargetkan naik hampir dua kali lipat, proyek ini diharapkan mengurangi kepadatan di jam sibuk yang selama ini menjadi keluhan pengguna KRL.
Wali Kota Serang Sambut Rencana, Stasiun Cipocok Jaya Akan Dihidupkan
Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut baik langkah cepat Pemprov Banten mendorong perluasan jangkauan KRL ke Banten bagian barat. Menurutnya, perluasan itu akan mempermudah mobilitas warga sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Budi menambahkan, seiring rencana pengembangan konektivitas jalur ganda dan elektrifikasi KRL, Pemerintah Kota Serang juga berencana menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya. Langkah itu dimaksudkan memperkuat keterhubungan moda transportasi lokal.
Studi kelayakan yang tengah disusun akan menjadi pijakan resmi Pemprov Banten sebelum usulan proyek dibahas lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan.