BANTEN — Vokalis Oasis yang juga fans Manchester City, Liam Gallagher, mengklaim mengetahui bentuk hukuman yang menanti klubnya dalam kasus 115 pelanggaran aturan finansial Premier League. Ia menyebut Man City hanya akan dikenai denda dan larangan transfer jika kalah banding, tanpa degradasi atau pencabutan gelar.
Klaim itu disampaikan Gallagher melalui akun X miliknya. Ia mengaku mendapat informasi dari seseorang yang berada di posisi tinggi di dunia sepakbola. Informasi tersebut, menurut Gallagher, memastikan The Citizens tidak akan menerima hukuman seberat yang dibayangkan banyak pihak.
"Kalau kami kalah dalam banding, yang tidak akan terjadi, kami akan mendapatkan denda dan larangan transfer, hanya itu," tulis Gallagher di X.
Klaim Gallagher Belum Dikonfirmasi Premier League
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Premier League maupun Manchester City terkait klaim Gallagher. Proses hukum kasus tersebut masih berjalan, dan klub diperkirakan akan mengajukan banding atas putusan yang ada.
Premier League memilih bungkam karena prosesnya bersifat rahasia. Man City sebelumnya dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan. Meski demikian, bentuk hukuman final belum ditetapkan secara resmi oleh otoritas liga.
Respons Suporter Rival: Tunggu Keputusan Resmi
Klaim Gallagher langsung menuai respons dari suporter rival. Banyak yang meragukan informasi tersebut dan memilih menunggu keputusan resmi sebelum mempercayai bocoran sang vokalis Oasis.
Gallagher sendiri meminta pendukung Man City tidak terlalu cemas dengan ancaman hukuman yang beredar. Ia meyakini klub kesayangannya akan melewati proses banding tanpa konsekuensi separah yang disebutkan.
Kasus 115 pelanggaran ini menjadi salah satu sengketa terbesar dalam sejarah Premier League. Keputusan akhir nanti akan menentukan masa depan kompetitif Man City, baik dari sisi finansial maupun kekuatan skuad di bursa transfer.