Dampak Covid-19, Angka Pengangguran di Kabupaten Tangerang Bertambah

LensaBanten – Pandemi virus corona yang terjadi di berbagai negara seperti Indonesia khususnya di Kabupaten Tangerang membuat sejumlah perusahaan tidak beroperasi bahkan melakukan PHK terhadap karyawannya.

Data dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang per Tanggal 12 Mei 2020 menunjukan jumlah karyawan yang di PHK sebanyak 10.389 orang dan pekerja yang dirumahkan sebanyak 8.698 orang serta perusahaan yang tutup atau tidak beroperasi ada sembilan perusahaan.

Kadisnaker Kabupaten Tangerang Jarnaji mengatakan, angka PHK tersebut kemungkinan akan terus bertambah apabila situasi pandemi Covid 19 ini masih terus berkembang seperti saat ini.

“Kami berharap situasi ini akan segera membaik karena apabila situasi terus seperti ini maka tidak terjadi kemungkinan jumlah pengangguran di kabupaten Tangerang akan terus meningkat,” katanya, Rabu, (13/5/2020).

Jarnaji menjelaskan sektor industri yang terdampak yaitu perdagangan/retail, garment, manufaktur, sepatu/alas kaki, perhotelan hiburan, peleburan besi, furnitur, otomotif dan keramik.

Baca juga: ICMI: Permasalahan Pengangguran di Banten Harus Diatasi Secara Kolektif

“Jumlah pengangguran di Kabupaten Tangerang sebelum pandemi mencapai 163.957. Setelah pandemi covid-19 saat ini dan prediksi akan terus bertambah. Ini belum ditambah pekerja di sektor informal,” bebernya.

Jarnaji menambahkan dalam masa pandemi covid-19 ini Disnaker akan membentuk Tim Monitoring dampak pandemi covid-19 dengan tugas mendata dan memfasilitasi konseling ketenagakerjaan kepada pengusaha dan serikat pekerja atau pekerjanya langsung. (lens/atmnews)

Comment

Feed