Upaya Polda Banten Cegah Pergerakan Radikalisme

Banten, LensaBanten – Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia (polri) melakukan kegiatan sosialisasi antiradikalisme di Polres Serang, Banten. Tercatat banyak tindak terorisme yang terjadi di Wilayah tersebut.

Tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi, Polda Banten menyiapkan beberapa upaya sebagai langkah cegah pergerakan radikalisme dan kelompok garis keras  dimasyarakat.

“Untuk wilayah Banten memang sejarahnya kita pernah ada pelaku teror, yakni Imam Samudera, dalam dua bulan terakhir Densus menangkap lebih dari 5 pelaku teror. Upaya yang sudah kita lakukan mencoba memberi pemahaman,” ujar Wakapolda Banten Kombes Aan Suhanan di Mapolda Banten, Selasa (1/8).

Menurutnya, upaya untuk menghadang terorisme di Banten dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui tokoh masyarakat, ulama dan kyai.

Upaya pencegahan penyebaran paham dan pergerakan radikalisme juga diberikan di lingkup pendidikan Banten. “Di Perguruan Tinggi, sekolah-sekolah, kerjasama beri pemahaman bahaya (radikalisme),” ujar Wakapolda.

Berdasarkan ,

Wilayah Banten, menurut Analisis Kebijakan Divisi Humas Polri Kombes Sulistyo Pudjo, secara keseluruhan tidak dapat dikatakan daerah rawan radikalisme. Karena, 80 persen masyarakatnya menganut islam moderat.

“Banten ini dibilang tenang ya tidak, rawan tidak. Masyarakat agamis tradisional NU 80 persen dan semuanya 99 persen sangat moderat. Jadi kita yakin kekuatan ini,” ucap dia.

Sulistyo berharap, para tokoh masyarakat dan agama memberikan pemahaman di pesantren dan warga untuk sama-sama melawan ajaran radikal.

“Kita harap berbagai kegiatan yang ada berbagai tokoh agama lewat pesantren, pengajian tolong menyampaikan bahwa kita harus bersama sama melawan ajaran radikal. Kalau kita anggap mereka (teroris) sepi, sebenarnya mereka bergerak terus cari pengikut,” ucap Sulistyo.

Kepolisian berharap, warga Serang berperan aktif lakukan pencegahan pergerakan radikalisme dengan melaporkan bila melihat atau mendengar kegiatan mencurigakan kelompok radikal.

“Jika ada lihat, dengar ada kegiatan mencurigakan tolong segera lapor ke aparat terdekat,” Sulistyo menandaskan. (ag)

Comment

Feed