Pemprov Banten Benahi Akses Kawasan Kesultanan Banten

LensaBanten – Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya memperbaiki akses Kawasan Kesultanan Banten (KKB). Tak hanya memperhatikan revitalisasi, akses jalan atau infrastruktur menuju KKB turut dibenahi.

“Revitalisasi untuk mengembalikan KKB sebagai pusat peradaban dan budaya di Banten,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim, Selasa, 24 September 2019.

Wahidin menjelaskan, KKB bisa diakses melalui jalur darat ataupun laut. Jalur darat bisa dengan kendaraan pribadi dan langsung ke area KKB.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Dengan kereta api turun di Stasiun Karangantu, sekitar 1 km. Untuk jalur laut melalui Pelabuhan Karangantu sekitar 1,5 km,” kata Wahidin.

Selain itu, banyak juga pilihan jalan dapat ditempuh untuk menuju KKB. Dari wilayah timur seperti Tangerang dan Jakarta, ada dua jalur akses Kawasan Kesultanan Banten yang bisa dipilih yakni pertama melalui Jalan Tol Tangerang-Merak dengan keluar di Pintu Tol Serang Timur.

Kedua jalan non tol jalur pesisir pantai utara Provinsi Banten. Di jalur pesisir ini, jalan menuju KKB melewati jalan Kosambi Mauk di Kabupaten Tangerang hingga Jalan Sawah Luhur, Kasemen Kota Serang. Jalur ini menyajikan keberagaman masyarakat Banten sebagai masyarakat agraris, maritim, dan industri.

baca juga : Gubernur Banten Sidak Proyek Jembatan di Tangerang

Dari wilayah barat seperti Kota Cilegon hingga Sumatra ada dua pilihan jalur, jalan tol Tangerang-Merak dan jalan non tol melalui Jalan Raya Cilegon untuk menuju KKB.

Sedangkan dari wilayah selatan seperti Kabupaten Pandeglang dan Lebak, mayoritas masuk ke Kota Serang selanjutnya memilih jalur seperti yang ditempuh dari wilayah timur.

Setelah meningkatkan akses jalan menuju KKB, geliat pembangunan Pemprov Banten kini terlihat pada penataan drainase dan pedestrian. Pemprov Banten juga melakukan penertiban dan pembersihan ruas jalan untuk mencegah kemacetan.

Revitalisasi KKB berangkat dari visi Pemprov Banten “Banten Yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berakhlakul Karimah” di era kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan wakil Andika Hazrumy. (lenba)

Comment

Feed