Target Penurunan Stunting Kota Tangerang Di Bawa 5 Hingga Kemiskinan Ekstrem 0,75

- Jumat, 3 Februari 2023 | 17:32 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat rakor di TLR.  Ist
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat rakor di TLR. Ist

 

 

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.COM - Angka stunting Kota Tangerang berdasar pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 berada di angka 11,8, dimana angka tersebut lebih rendah dibanding angka Provinsi Banten dan standar nasional.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengungkapkan, Kota Tangerang memiliki target penurunan angka stunting di bawah 5.


"Target kami angka stunting di Kota Tangerang bisa ditekan hingga di bawah 5," ungkapnya dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy secara daring, Jumat 3 Februari 2023.

Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Kabupaten Serang, 7 Rumah Rusak

Pada acara Roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten/Kota tersebut, Arief menjabarkan program penanganan stunting dilakukan mulai dari langkah preventif hingga kuratif sejak pasangan pra nikah hingga proses tumbuh kembang 1.000 hari pertama kehidupan bayi.

"Intervensi dilakukan mulai dari edukasi bagi remaja, pelatihan dan pendampingan oleh kader hingga pelayanan balita stunting," beber Wali Kota

Sementara terkait kemiskinan ekstrem, Arief menerangkan angka kemiskinan ekstrem Kota Tangerang pada tahun 2022 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2022 angka kemiskinan ekstrem 0,75 sedangkan pada tahun 2021 berada di angka 1,6.

Baca Juga: Pertama di Asia Tenggara, Hiclean Apple Juice Cheongsong hadir di Hero Supermarket

"Kami usul agar pemerintah daerah dapat menggunakan anggaran daerah yang bersumber dari BTT."

Menanggapi Wali Kota, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuturkan program dan juga inovasi yang telah dilakukan oleh Pemkot Tangerang dalam penanganan stunting dan kemiskinan tergolong baik dan harus direplikasi oleh daerah lain.

"Angka kemiskinan yang saat ini sudah di bawah satu persen juga bagus, sehingga untuk menjadi nol persen menjadi sangat mungkin," tutup Muhadjir. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X