• Minggu, 5 Februari 2023

Ditengah Isu Resesi, BI Proyeksikan Ekonomi Banten 2023 Tetap Tumbuh hingga 5,3 Persen

- Rabu, 30 November 2022 | 16:28 WIB
Sampai Natal dan Tahun Baru, diperkirakan harga pangan melandai. Hal ini tentu menjadi kabar baik di tengah ancaman resesi terhadap ekonomi nasional. (Sumber Foto: internet)
Sampai Natal dan Tahun Baru, diperkirakan harga pangan melandai. Hal ini tentu menjadi kabar baik di tengah ancaman resesi terhadap ekonomi nasional. (Sumber Foto: internet)

 

 




LENSABANTEN.COM, KOTA SERANG - Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Gunawan mengatakan, ada berbagai tantangan yang akan dihadapi dalam menyongsong 2023.

Namun demikian, saat ini Banten telah melakukan persiapan yang cukup baik dengan berbagai lompatan yang dilakukan sepanjang 2022.

“Banten telah membuat lompatan besar di tengah ekonomi global dan nasional yang sedang menghadapi banyak tekanan pasca pandemi,” ujarnya.

Ia menuturkan, adapun lompatan besar tersebut diantaranya yang pertama adalah komitmen pemerintah daerah yang semakin tinggi.


Baca Juga: bank bjb Dorong Inklusi Keuangan dalam Seminar Hari Santri Nasional 2021

Saat ini, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Banten tetap terjaga positif 4,8 hingga 5,3 persen.

BI optimistis ekonomi Banten di 2022 bisa tetap tumbuh seiring dengan berbagai lompatan yang terlah dilakukan para pemangku kepentingan di daerah.

Demikian terungkap dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang digelar di Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Palima, Kota Serang, Rabu 30 November 2022.


Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Pemprov Banten kini  terus menjaga stabilitas harga dan inflasi.

Baca Juga: Indonesia Terancam Resesi, Gubernur BI Beberkan Penyebabnya


Banten semakin kuat posisinya dalam kinerja ekspor dan investasi sepanjang 2022. Ekspor Banten hingga triwulan III 2022 telah tembus USD 3,26 miliar.

Angka tersebut dinilai cukup mengesankan di tengah kondisi ekonomi global yang belum pulih pasca pandemi Covid-19.

“Bahkan investasi Banten peringkat kelima nasional untuk realisasi investasi PMA (penanaman modal asing) di 2022,” paparnya.

Lompatan yang ketiga yang terjadi di Banten, lanjut Gunawan adalah inisiatif dan inovasi pemerintah daerah yang baik dalam digitalisasi pembayaran.

Baca Juga: Indonesia Disebut Bank Dunia Tidak Kena Resesi Ekonomi, Apa Sebabnya ?



Hingga Oktober tercatat dengan ada 1.254.267 merchant yang telah melayani pembayaran digital.

“Naik 54,6 persen dibanding di 2021, ini merupakan lompatan yang sangat besar dalam penerapan digitalisasi pembayaran di Banten.

Lebih lanjut dipaparkan Gunawan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 4,8-5,3 persen maka perekonomian di Banten pada 2022 diperkirakan akan berada di 4,8-5,3 persen juga.

Hal tersebut dirasa bisa terwujud lantaran capaian pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan II tumbuh 5,70 persen dan pada triwulan III tumbuh 5,71 persen.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Bersiaga Terjadinya Inflasi Dampakharga BBM Naik

“Meski demikian, kami melihat 4 hal perlu dilakukan kolaborasikan bersama seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Keempat hal itu yang pertama optimalisasi belanja daerah demi menjaga pertumbuhan ekonomi dengan melakukan percepatan serta optimalisasi belanja daerah pada produk dalam negeri.

Melakukan pengendalian inflasi yang kini menjadi salah satu fokus pemerintah pusat maupun daerah mengingat tekanan inflasi semakin tinggi di tengah kondisi geopolitik yang belum menentu.

Kemudian, dukungan percepatan pemulihan termasuk terhadap pelaku industri dan melakukan peningkatan pengembangan ekonomi syariah serta juga kepada UMKM untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Baca Juga: Mobil Si Jampang Diluncurkan untuk Kendalikan Inflasi di Kota Tangerang

Halaman:

Editor: Fajrin Raharjo

Sumber: Bantenraya.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resepsi Satu Abad PCNU Kota Tangerang

Sabtu, 4 Februari 2023 | 12:26 WIB

PMI Kota Tangerang Gelar Musyawarah Kerja 2023

Rabu, 1 Februari 2023 | 20:42 WIB
X