• Rabu, 30 November 2022

Satu Dekade Perjuangan Melahirkan Muslimpreneur

- Rabu, 23 November 2022 | 21:45 WIB
 Kampus Bisnis Umar Usman sebagai penyelenggara pendidikan profesional yang fokus melahirkan pengusaha muslim (muslimpreneur) mengambil peran penting untuk turut serta memecahkan problematika tersebut.  (Ist)
Kampus Bisnis Umar Usman sebagai penyelenggara pendidikan profesional yang fokus melahirkan pengusaha muslim (muslimpreneur) mengambil peran penting untuk turut serta memecahkan problematika tersebut. (Ist)

 


LENSABANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Pengusaha di Indonesia mencapai 3,55% atau sekitar 9,7 juta jiwa dari total populasi penduduk tanah air yang berjumlah 273 juta orang (Kementerian Perindustrian, 2021).

Jumlah itu sudah melebihi angka minimal pengusaha di negara berkembang, sebagaimana mengacu pada penelitian Mc. Celland, Harvard University, sebuah negara akan mencapai tingkat kemakmuran jika minimal 2% jumlah penduduknya merupakan entrepreneur.

Namun, jika melihat pertumbuhan pengusaha di berbagai negara Asia, seperti Singapura (8,7%), Jepang (10%), dan Malaysia (6%), tentu Indonesia masih terbilang cukup jauh tertinggal.

Baca Juga: Peran Nyata Kampus Umar Usman Tingkatkan Rasio Kewirausahaan Nasional

Di samping itu, ironi lain mengungkapkan bahwa penduduk muslim Indonesia saat ini tercatat sebanyak 237 juta jiwa atau setara dengan 86,9% (Kemendagri, 2021), tetapi dari sepuluh pengusaha yang meraih kekayaan tertinggi di Indonesia hanya terdapat satu yang merupakan seorang muslim. Terlebih, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan, dari 100 orang miskin, sebanyak 90% diantaranya beragama Islam.

Hal ini menjadi poin penting yang patut mendapat perhatian lebih dari kaum muslim sebagai penduduk mayoritas, namun belum banyak yang berkiprah menjadi pengusaha.

Kampus Bisnis Umar Usman sebagai penyelenggara pendidikan profesional yang fokus melahirkan pengusaha muslim (muslimpreneur) mengambil peran penting untuk turut serta memecahkan problematika tersebut.

Baca Juga: Entaskan Isu Pengangguran, Re-Space Cetak Tenaga Terampil dan Mandiri

Selama 10 tahun ini, Kampus Bisnis Umar Usman telah berupaya memberikan sumbangsih besar bagi peningkatan jumlah muslimpreneur di Indonesia melalui One Year Program (Kuliah satu tahun menjadi pengusaha) dengan kurikulum terbaik dan aplikatif.

Kampus Bisnis Umar Usman sebagai penyelenggara pendidikan profesional yang fokus melahirkan pengusaha muslim (muslimpreneur) mengambil peran penting untuk turut serta memecahkan problematika tersebut. (Ist)


Pada satu dekade ini pun, Kampus Bisnis Umar Usman telah meluluskan sekitar 900 peserta didik. Mereka telah mendapatkan praktik, pembelajaran, dan pembekalan komprehensif untuk menjadi muslimpreneur.

Pada rangka menyebarluaskan semangat dan jiwa entrepreneurship kepada penduduk muslim Indonesia, Kampus Bisnis Umar Usman menggelar acara Press Conference di Khadijah Learning Center, Tangerang Selatan, pada Rabu, 23 November 2022. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia dan mengajak stakeholder lain untuk bersama-sama berkontribusi dalam perjuangan melahirkan muslimpreneur.

Baca Juga: 11 Ribu Tenaga Kerja Berhasil Diserap Lewat Virtual Job Fair Kota Tangerang

“Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada 2030 mendatang, dimana pada saat itu jumlah penduduk berusia produktif akan lebih banyak daripada usia non produktif,” ujar Lily Zulaeha, Direktur Kampus Bisnis Umar Usman pada Rabu 23 November 2022.

Lily menambahkan, Umar Usman sebagai lembaga pendidikan non formal yang berfokus untuk melahirkan pengusaha berkarakter, mengambil peran sebagai wadah bagi para pemuda untuk berproses menjadi seorang pengusaha.

Halaman:

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

  Kota Tangerang Juara Umum Porprov VI Banten

Selasa, 29 November 2022 | 20:54 WIB

Tim Benteng Heritage SDN Sukasari 5 Bersemangat

Sabtu, 26 November 2022 | 16:06 WIB

Satu Dekade Perjuangan Melahirkan Muslimpreneur

Rabu, 23 November 2022 | 21:45 WIB

Baznas Kota Tangerang Gelar Bimtek Pengelolaan ZIS

Rabu, 23 November 2022 | 10:06 WIB
X