• Minggu, 2 Oktober 2022

Harga BBM Naik, KWT di Kota Tangerang Semakin Berdikari

- Kamis, 15 September 2022 | 17:30 WIB
 penguatan program yang sudah ada di wilayah salah satunya yakni kelompok wanita tani (KWT).  Kelompok wanita tani Kenanga, di RW 07, Kelurahan Bugel, (Ist)
penguatan program yang sudah ada di wilayah salah satunya yakni kelompok wanita tani (KWT). Kelompok wanita tani Kenanga, di RW 07, Kelurahan Bugel, (Ist)

 



LENSABANTEN.COM - Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang langsung bereaksi sigap dengan mendorong kemandirian dalam ketahanan pangan.

Hal tersebut diwujudkan melalui Kecamatan Karawaci menjadi diantara sekian banyak KWT yang sukses berswasembada pangan.

“Kami diajarkan oleh pemerintah kota Tangerang untuk bermandiri pangan terutama disaat seperti ini, kemarin pandemic kemudian sekarang disusul BBM naik. Kami masyarakat bawah hal itu terasa sekali,”ujar Hanifa Wibowo Ketua KWT Kenanga, Kamis 15 September 2022.

Baca Juga: Lurah Cisauk bersikan saluran air dan gorong-gorong

Belum lama ini, sambung Ibu Bowo melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pemkot Tangerang memberikan keilmuan bertani modern yakni hidroponik seribu lubang.

“Program itu mengajari masyarakat Bertani tidak selalu dengan tanah, jadi bisa melalui model hidroponik. Kami diberikan benih tanaman seperti pakcoy, kangkung, selada dan lain-lain,”tandasnya.   

Hasil Tanam Bernilai Ekonomis

Kelompok wanita tani (KWT) Kenangan yang ada di Kelurahan Bugel telah membuktikan melalui hasil tanam akhirnya mampu menghasilkan nilai ekonomis. Dari situ, anggota KWT menghasilkan pendapatan yang dapat diolah untuk kemandirian.

Lebih jauh ia mengungkapkan, hasil dari tanam tersebut bernilai ekonomis yang dijual kepada lingkungan sekitar. “Hasilnya kita alokasikan untuk kas, anggota dan pembelian bibit lagi atau alat-alat pendukung lainnya untuk Bertani,”pungkasnya.

Ibu Bowo bersama warga lainnya dalam satu kali panen mengaku mampu menghasilkan hasil tani sebanyak 60 kilogram.

Baca Juga: Kesal Diklakson Saat Mengisi BBM, Warga Kota Tangerang Ini Ditangkap Polisi


Sementara itu Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Ibnu Ariefyanto menjelaskan, pihaknya memberikan benih tanaman yang dapat menguntungkan. Benih tanaman yang dibagikan diantaranya benih kangkung Pakcoy Slada romaine dan slada bohemia.

“Kami mendorong KWT saat ini untuk dapat menghasilkan uang,”ujar Ibnu.

Dari keuntungan penjualan tersebut, nantinya bisa dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu bisa yang warga terdampak kenaikan harga BBM atau juga warga yang mengalami stunting. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Link Twibbon HUT Provinsi Banten ke 22

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 19:47 WIB

RSUD Kota Tangerang Kembali Buka Pelayanan Geriatri

Rabu, 21 September 2022 | 19:56 WIB

DPRD Sahkan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022

Selasa, 20 September 2022 | 19:42 WIB

Bung Uis Siap Daftar Bacaleg Lewat PDI Perjuangan

Senin, 19 September 2022 | 21:23 WIB
X