• Kamis, 8 Desember 2022

Obituary : Hj.Nurhayati, Isteri Pewaris Wakaf Yayasan Multazam Wafat, Tinggalkan Jejak Kebaikan Abadi

- Senin, 5 September 2022 | 18:25 WIB
Hj.Nurhayati  binti H.Rosyidi (kerudung merah) semasa hidup bersama anak-anaknya (Ist)
Hj.Nurhayati binti H.Rosyidi (kerudung merah) semasa hidup bersama anak-anaknya (Ist)

 

Oleh : Ahmad Fuady

 
LENSABANTEN.COM - Tidak ada orang yang tidak ia bantu saat  ada yang datang kepadanya meminta bantuan.
 
Itulah Kesan keluarga dan tetangga atas kebaikan Hj.Nurhayati yang telah wafat meninggalkan keluarga, putra dan puterinya  pada hari Kamis,  25 Agustus 2022 yang lalu.
 
Hj.Nurhayati  binti H.Rosyidi lahir di Rumpin Bogor pada 17 Agustus 1954, kemudian tinggal di wilayah pasar baru  Kalipasir, kawasan Cina Benteng Kota Tangerang bersama suaminya, H.Waisul Kurni.
 
Di tempat inilah H.Nurhayati membesarkan 7 putra~puterinya dan medidik mereka dengan pendidikan agama. Dengan 9 putera/puteru tersebut, Hj.Nurhayati dikaruniai 30 cucu dan cicit.
 
 
Atas wasiat dari suaminya  H.Waisul Kurni, (almrhum)  yang sudah wafat mendahuluinya tahun 2007 yang lalu, H.Nurhayati mewakafkan kekayaannya, termasuk puluhan hektar tanah di Bogor untuk pembangunan Pondok Pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Tahfizul Quraán dan Ekonomi Islam. Maka  pada tahun 2010, H.Nurhayati turut menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren tersbut yang diberi nama Yayasan Multazam di Daerah Rumpin Bogor, Jawa Barat.
 
Kini, Pondok Pesantren yang mengkhususkan pada penghafalan Al-Quran dan pendidikan ekonomi Islam itu, telah melahirkan ratusan generasi muslim bertalenta dengan berbagai skil dan kerampilan, sehingga bermanfaat untuk umat, masyarakat dan bangsa.
 
Bagi putera dan putrerinya yang berjumlah 9 orang yaitu ; Nurkomalasari, Hj Nilasari, H Ahmad Fuady, Hj Ratna, Hj Kartika, Hj.Puspa, Hj.Mulia, H Multazam, H Zamzami. Kebaikan Hj.Nurhayai dan H.Waisul Kurni tentu tidak bisa mereka balas kecuali hanya dengan untaian doa dan doa.
 
 
Selama 7 hari/malam berturut-turut, ribuan orang turut mendoakan kepergian Hj. Nurhayati, baik di lingkungan rumah pribadinya di kawasan Pasar Baru, maupun di kediam putera dan puteri masing-masing.
 
Saatnya untuk mendoakan kepergian ibunda dan ayahanda tercinta. Meraka telah berjasa.  Mereka - Hj.Nurhayati dan H.Waisul Kurni tidak hanya berjasa mewakafkan diri mereka untuk mengasuh dan membesarkan putera-puterinya, tetapi juga mewakafkan seluruh kekayaannya untuk “membesarkan” setiap generasi muslim yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Multazam yang mereka dirikan.
 
“Jejak kebaikanmu akan abadi, terus mengalir sebagai amal jariyah yang akan mengairi tiada henti setiap kehidupan umat dan anak bangsa”. ***
 
 

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMK Kota Tangerang 2023 Diusulkan naik 7,48 Persen

Kamis, 1 Desember 2022 | 10:00 WIB
X