Imigrasi Soetta Serahkan Dua WNA India ke Kejari

- Selasa, 5 April 2022 | 15:42 WIB
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta berhasil P21 dua kasus pelanggaran Undang-undang keimigrasian yang dilakukan oleh 2 Warga Negara India berinisial JS dan RM. (Eky Fajrin)
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta berhasil P21 dua kasus pelanggaran Undang-undang keimigrasian yang dilakukan oleh 2 Warga Negara India berinisial JS dan RM. (Eky Fajrin)




LENSABANTEN.COM - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta berhasil P21 dua kasus pelanggaran Undang-undang keimigrasian yang dilakukan oleh 2 Warga Negara India berinisial JS dan RM.

Muhammad Tito Andrianto selaku Kepala Kantor Imigrasi Soekamo-Hatta menjelaskan, atas perbuatanya JS dijerat dengan Pasal 121 Huruf b Undang-Undang RI No. 6 Tahun 2011 karena terbukti menggunakan Visa atau Izin Tinggal palsu dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500.000.000.

Sementara itu RM dijerat dengan Pasal 119 ayat (2) Undang-Udang RI No. 6 Tahun 2011 karena terbukti menggunakan paspor palsu dengan ancaman pidana paling lama penjara 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Baca Juga: Grebek Panti Pijat, Polres Tangsel Amankan 15 Orang

"JS diketahui mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 22 Januari 2022. Setelah dilakukan pemeriksaan, JS kedapatan mengubah identitas dan barcode pada e-visa dengan index visa 312, serta menggunakan alasan bisnis untuk memasuki Wilayah Indonesia,"ujar Tito saat gelar jumpa pers, Selasa 4 April 2022.

 Selain itu JS juga diketahui tidak memiliki biaya hidup yang mencukupi untuk tinggal di Indonesia. Sementara itu RM mendarat di Soekarno-Hatta pada pada 8 Februari 2022 dan tertangkap tangan menggunakan paspor palsu berinisial VM dengan foto yang telah diganti.

 Dirinya diketahui telah menghilangkan sejumlah barang bukti, namun setelah dilakukan penggeledahan RM terbukti membawa dokumen milik VM seperti Paspor India, SIM Negara Kanada, Izin Tinggal Kanada, Sertifikat Forklift Kanada, PCR test, hingga sertifikat vaksin.

Baca Juga: Tangkap 8 Pengedar, Polres Tangsel Sita 24,2 Kg Ganja

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta berhasil P21 dua kasus pelanggaran Undang-undang keimigrasian yang dilakukan oleh 2 Warga Negara India berinisial JS dan RM.


Ia menegaskan, pihaknya selalu serius mengawal penyidikan sampal ke ranah peradilan meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir

Tito juga menyebutkan, akan dilakukan pengembangan kasus terhadap pihak-pihak yang berpotensi terlibat baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.

Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Saffar M, Godam menambahkan, ancaman dokumen palsu di Bandara Soekamo-Hatta memang sangat tinggi.

Dirinya mengapresiasi peran petugas pemeriksa di TPI dan peniyidik Inteldakim yang telah jeli dan profesional dalam mengungkap modus kejahatan ini. ***

Editor: Fajrin Raharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketahui! Ini 3 Kota Paling Maju di Banten

Minggu, 5 Februari 2023 | 21:10 WIB

Resepsi Satu Abad PCNU Kota Tangerang

Sabtu, 4 Februari 2023 | 12:26 WIB

PMI Kota Tangerang Gelar Musyawarah Kerja 2023

Rabu, 1 Februari 2023 | 20:42 WIB
X