Gubernur Banten Andra Soni Lepas Jalan Sehat Sarungan di Pandeglang, Serahkan Santunan ke 218 Anak Yatim

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 12:16:01 WIB
Gubernur Banten Andra Soni melepas peserta Jalan Sehat Sarungan di Pandeglang dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026.

PANDEGLANG — Kegiatan Jalan Sehat Sarungan dimulai dari Coconut Island, Jalan Raya Carita Km 3, Caringin, Labuan, dan berakhir di Pondok Pesantren Manbaul Qur'an Saung Shoang, Kampung Sukahati, Kalanganyar, Labuan. Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Banten itu digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten.

Andra Soni menyebut tradisi pesantren yang mengakar kuat di Banten sebagai modal sosial dan intelektual. Menurutnya, modal itu perlu dijaga, dikembangkan, dan ditransformasikan menjadi kekuatan pembangunan daerah.

"Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026. Provinsi Banten terkenal dengan santrinya. Saya yakin Provinsi Banten maju bersama santri," kata Andra dalam keterangan tertulis.

Pemprov Banten Perluas Akses Pendidikan bagi Santri

Pemerintah Provinsi Banten, kata Andra, terus berupaya meningkatkan akses pendidikan yang lebih merata. Upaya lain menyentuh kompetensi ustaz dan pengasuh pondok pesantren, penguatan literasi, serta keberlanjutan pendidikan santri hingga jenjang lebih tinggi.

Andra juga mengapresiasi PWNU Banten yang menyelenggarakan peringatan HSN 2026. Ia menilai potensi besar pesantren dapat memperkuat keharmonisan sosial, menggerakkan ekonomi kerakyatan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten.

Kepada para santri, ia berpesan agar terus menuntut ilmu dan menjaga sanad keilmuan serta warisan para ulama. Santri juga diminta adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Kepada para santri, saya berpesan teruslah belajar, pegang teguh sanad keilmuan dan warisan ulama, serta resilien atau tanggap terhadap perubahan zaman," ungkapnya.

Santri Diminta Berkiprah di Berbagai Profesi

Andra berharap para santri kembali ke tengah masyarakat setelah menimba ilmu di pesantren. Menurutnya, santri memiliki kesempatan berkiprah di berbagai profesi, mulai dari guru ngaji, ulama, akademisi, pengusaha, birokrat, ilmuwan, hingga pemimpin.

"Apa pun profesinya, semuanya harus berangkat dari niat untuk mengabdi dan memberikan kemaslahatan," ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat Hari Santri sebagai energi mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan. Seruan itu juga mencakup upaya merawat kebinekaan serta mendorong pembangunan Banten yang maju, adil, merata, dan bebas dari korupsi.

"Mari kita jadikan semangat Hari Santri sebagai energi untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, merawat kebinekaan, serta membangun Banten maju, adil merata, tidak korupsi," sambungnya.

Rangkaian HSN 2026 Digelar di Kawasan Wisata Pandeglang

Ketua PWNU Provinsi Banten KH Hafidz Gunawan menyebut peringatan HSN 2026 tingkat provinsi sengaja digelar di Kabupaten Pandeglang, tepatnya di kawasan wisata. Langkah itu diharapkan turut mendukung pengembangan pariwisata Banten.

Rangkaian kegiatan tahun ini diisi agenda keagamaan dan sosial, di antaranya khotmil Quran, bahtsul masail, Jalan Sehat Sarungan, istighotsah, serta bedah buku.

"Dari kemarin diisi dengan khotmil Quran, bahtsul masail, jalan santai sarungan, istighotsah, dan bedah buku," jelas Hafidz Gunawan.

Panitia menyerahkan santunan kepada 218 anak yatim dan bantuan untuk pondok pesantren sebagai bentuk kepedulian sosial. Dukungan itu diarahkan bagi lembaga pendidikan keagamaan di Banten.

Melalui momentum HSN 2026, Pemprov Banten berharap pesantren dan santri semakin berperan mencetak sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: dejabar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top