Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi pelajar SMA Yuppentek 1 Kota Tangerang untuk mengenalkan hak pilih dan proses demokrasi. Kegiatan yang berlangsung Rabu ini menyasar pelajar yang diproyeksikan menjadi peserta Pemilu pemula pada 2029. KPU juga membuka fasilitasi sistem pemilihan elektronik atau e-voting gratis bagi sekolah yang ingin menggelar pemilihan internal.
TANGERANG — Ketua KPU Kota Tangerang Qori Ayatullah menyatakan sosialisasi dan pendidikan pemilih telah menjadi agenda rutin pihaknya sebagai langkah strategis meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap demokrasi. Menurut dia, kegiatan yang digelar bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya mencetak generasi muda yang membawa arah masa depan demokrasi lebih baik.
Dalam kegiatan itu, KPU mengajak pelajar SMA Yuppentek 1 Kota Tangerang mengenal lebih dekat tentang hak pilih dan proses demokrasi. Para pelajar disebut sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi.
Sosialisasi dan pendidikan pemilih dinilai relevan karena pelajar yang kini masih duduk di bangku sekolah akan menjadi peserta Pemilu pemula pada 2029 mendatang. KPU memandang kelompok ini perlu dibekali pemahaman sejak dini agar tidak sekadar menjadi pemilih masa depan, tetapi juga berperan penting menentukan arah demokrasi Indonesia.
"Kami berharap lewat kegiatan tadi bisa menumbuhkan kesadaran akan peran generasi muda dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas," ujar Qori.
Selain sosialisasi, KPU Kota Tangerang menyediakan fasilitasi sistem pemilihan elektronik atau e-voting bagi satuan pendidikan yang ingin menyelenggarakan pemilihan di tingkat sekolah. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengenalkan proses pemilihan yang demokratis bagi pelajar secara gratis.
Fasilitas ini memberi ruang bagi sekolah untuk menggelar pemilihan internal, mulai dari pemilihan ketua OSIS hingga ajang serupa, dengan mekanisme yang menyerupai pemilu sesungguhnya. Pelajar pun bisa merasakan langsung tahapan pemungutan dan penghitungan suara secara digital.
Qori menuturkan, sosialisasi dan pendidikan pemilih telah dilaksanakan rutin sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman generasi muda. "Semua pelajar sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sosialisasi yang digelar bukan sekadar seremonial melainkan bagian dari upaya mencetak generasi muda pembawa arah masa depan demokrasi yang lebih baik," ujarnya di Tangerang, Rabu.
KPU Kota Tangerang menyebut pendekatan ke sekolah-sekolah akan terus dilakukan menjelang tahapan pemilu berikutnya. Generasi muda dinilai memegang peran kunci dalam menjaga kualitas dan integritas demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.