Diskoumperindag Kabupaten Serang Gandeng Inkubator RBC, UMKM Bakal Dapat Pendampingan hingga Akses Pembiayaan

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:16:01 WIB
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat menyampaikan program Inkubasi Wirausaha 2026 bagi UMKM.

SERANG — Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, menyebut program Inkubasi Wirausaha 2026 mengusung semangat mewujudkan UMKM naik kelas, inovatif, berdaya saing, dan siap menembus pasar nasional maupun global. Menurutnya, rangkaian pembinaan yang disiapkan tidak berhenti pada pelatihan saja.

"Melalui kerja sama ini, Diskoumperindag Kabupaten Serang bersama Inkubator Bisnis Rumah Berdaya Cilegon akan memberikan rangkaian pelatihan, pendampingan, coaching, mentoring, akses jejaring usaha, expo produk, business matching, hingga akses kepada lembaga pembiayaan," katanya, Selasa 6 Oktober 2026.

Penguatan Usaha, Bukan Sekadar Pelatihan

Adang menjelaskan, program inkubasi dirancang mendorong peserta melakukan penguatan usaha secara menyeluruh. Pendampingan mencakup pengelolaan bisnis, inovasi produk, pemasaran, branding, pengembangan jejaring, hingga kesiapan memperluas pasar.

Peserta yang menyelesaikan rangkaian program berkesempatan memperoleh sertifikat Program Inkubasi Wirausaha. Sertifikat itu menjadi bentuk pengakuan atas proses pembinaan yang telah diikuti.

"Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan pada usaha peserta. Mulai dari peningkatan kapasitas, inovasi produk, penguatan pemasaran, sampai terbukanya akses pasar dan pembiayaan," ujarnya.

Syarat Peserta: Usia 18-55 Tahun dan Usaha Berjalan Minimal Enam Bulan

Direktur Inkubator Bisnis RBC, Nia Desmalia, menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang. Menurutnya, inkubasi wirausaha harus menjadi proses perjalanan bersama antara pemerintah, inkubator, mentor, praktisi bisnis, dan pelaku usaha.

"Inkubasi bukan hanya memberikan ilmu, tetapi memastikan ilmu tersebut diterapkan dalam usaha. Karena itu, pendampingan, coaching, mentoring, jejaring usaha, business matching, dan akses pasar menjadi bagian penting agar UMKM benar-benar naik kelas," katanya, Selasa 6 Oktober 2026.

Nia menambahkan, program Inkubasi Wirausaha Kabupaten Serang 2026 ditujukan bagi pelaku usaha atau UMKM yang berdomisili di Kabupaten Serang. Peserta dipersyaratkan berusia minimal 18 tahun dan maksimal 55 tahun, telah memiliki atau menjalankan usaha minimal selama enam bulan, memiliki jenis usaha yang inovatif dan berpotensi berkembang, serta berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian program.

Peserta juga harus melalui proses seleksi sebelum ditetapkan. Setelah terpilih, peserta mengikuti tahapan pembinaan yang diarahkan menghasilkan peningkatan kapasitas dan kinerja usaha secara nyata.

Modal Produk Saja Tidak Cukup

Nia menilai UMKM yang berkembang tidak hanya ditentukan kualitas produk. Kemampuan pelaku usaha memahami pasar, mengelola bisnis secara profesional, membangun merek, memanfaatkan teknologi digital, serta menciptakan jejaring dan kolaborasi ikut menentukan.

Kolaborasi Diskoumperindag Kabupaten Serang dan Inkubator Bisnis Rumah Berdaya Cilegon diharapkan menjadi model sinergi pemerintah dan inkubator bisnis dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat di Kabupaten Serang.

Salah satu semangat yang diusung dalam program tersebut ialah Bela, Beli UMKM Bahagia. Program ini diharapkan melahirkan semakin banyak wirausaha yang mandiri, inovatif, berdaya saing, dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Program ini merupakan program pembinaan dan pendampingan usaha bagi UMKM potensial di Kabupaten Serang dengan fokus pada peningkatan kapasitas usaha agar lebih inovatif, berdaya saing dan siap naik kelas," pungkasnya.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top