BANTEN — Timnas Indonesia melakoni final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10), dengan catatan kelam melawan Thailand di partai puncak. Dari empat pertemuan final sebelumnya, Garuda tidak pernah menang. Duel ini sekaligus menentukan juara pertama dalam sejarah turnamen.
Laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan dua tim paling difavoritkan sepanjang turnamen, Indonesia dan Thailand. Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapat dukungan langsung puluhan ribu penonton di SUGBK. Tiket pertandingan bahkan dilaporkan sudah habis terjual.
Namun, rekor pertemuan di final jadi bayang-bayang tersendiri bagi pasukan John Herdmann. Sepanjang sejarah Piala AFF/Piala Tiger, Indonesia dan Thailand sudah empat kali bertemu di partai puncak. Hasilnya, Indonesia selalu pulang sebagai runner-up.
Tren buruk ini dimulai pada Piala Tiger 2000 yang digelar satu leg. Thailand menang 4-1 atas Indonesia. Dua tahun berselang di Piala AFF 2002, laga berakhir 2-2 dan Thailand memastikan gelar lewat adu penalti 4-2.
Pada Piala AFF 2016, Indonesia sempat menang 2-1 di leg pertama. Harapan itu pupus setelah Thailand membalas 2-0 di leg kedua. Kekalahan terakhir terjadi di final Piala AFF 2021 yang digelar di Stadion Nasional Singapura akibat situasi pandemi Covid-19.
Duel 2021 jadi luka paling dalam. Indonesia dihajar 0-4 di leg pertama, lalu hanya mampu bermain imbang 2-2 di leg kedua. Agregat 2-6 menegaskan dominasi Thailand di partai puncak.
Catatan itu jadi peringatan serius bagi Herdmann. Thailand bukan hanya kuat secara teknis, tapi juga punya mental juara setiap kali berhadapan dengan Indonesia di laga penentuan.
Final kali ini jadi kesempatan Indonesia mengakhiri rekor buruk sekaligus mengukir sejarah sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup. Dukungan penuh di SUGBK bisa jadi faktor pembeda, asalkan skuad Garuda mampu tampil disiplin sejak menit awal.
Thailand tetap tim yang harus diwaspadai. Rekam jejak mereka di partai puncak menunjukkan kualitas mental yang sulit digoyahkan. Pertanyaannya kini: bisakah Indonesia menyudahi kutukan final atau Thailand kembali berjaya?