Kapolri Suyudi Ario Seto Kirim Puluhan Polisi Bandel ke Ponpes Ashriyah Lebak Wangi Selama Dua Pekan

Penulis: Ujang Rahmat  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:46:01 WIB
Kapolri Suyudi Ario Seto mengirim puluhan personel Polri yang melanggar aturan ke Ponpes Ashriyah, Lebak Wangi, Serang.

SERANG — Program disiplin iman dan taqwa (dimtaq) yang digagas Suyudi Ario Seto ketika menjabat Kapolda Banten menjadi salah satu cara membina anggota yang melanggar aturan. Puluhan personel dikirim ke Pondok Pesantren Ashriyah, Kampung Cikobak, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, untuk mengikuti pembinaan intensif selama dua pekan.

Pria kelahiran Pandeglang yang kini menjabat Kapolri itu menyebut pembinaan lewat jalur keagamaan sebagai bagian dari tanggung jawab moral institusi. Polri, katanya, tidak hanya menegakkan hukum tetapi juga memulihkan anggota yang bermasalah.

Mengapa Polisi Bandel Dikirim ke Ponpes, Bukan ke Sanksi Biasa?

Suyudi menilai pelanggaran disiplin tidak cukup diselesaikan lewat hukuman administratif. Pendekatan keagamaan dipilih agar anggota yang tersandung masalah bisa memperbaiki diri dari sisi karakter.

"Kegiatan ini untuk membentuk kembali karakter, disiplin, dan keimanan anggota Polri yang pernah melakukan pelanggaran," ujarnya.

Program tersebut, menurut Suyudi, juga menjadi bagian dari implementasi salah satu program unggulan Commander Wish Kapolda Banten. Tujuannya agar anggota yang pernah melanggar bisa kembali menjalankan tugas secara profesional, bermartabat, dan berintegritas.

Bertobat dan Kembali Bertugas: Pesan Suyudi untuk Anggotanya

Suyudi mengakui aparat penegak hukum tidak luput dari kesalahan. Karena itu, ia menempatkan pembinaan internal sebagai jalan tengah antara sanksi dan pemulihan.

"Melalui kegiatan tersebut, saya ingin menegaskan bahwa institusi Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membina dan memulihkan anggotanya yang tersandung masalah. Hal yang terpenting adalah adanya niat dan upaya untuk memperbaiki diri," tuturnya.

Puluhan anggota yang mengikuti dimtaq di Ponpes Ashriyah itu menjalani pembinaan selama dua pekan sebelum kembali berdinas. Metode ini menjadi salah satu warisan kebijakan Suyudi selama memimpin Polda Banten, yang kini ia bawa ke level institusi Polri sebagai Kapolri.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top