Afgan, Maxime Bouttier, dan Winky Wiryawan Rilis Lagu Aura, Chemistry Jadi Kunci

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:03:31 WIB
Afgan, Maxime Bouttier, dan Winky Wiryawan merilis lagu kolaborasi berjudul Aura.

BANTEN — Afgan, Maxime Bouttier, dan Winky Wiryawan merilis lagu kolaborasi berjudul Aura. Ketiganya mengaku proses kreatif berjalan lancar karena punya visi musik yang sama. Afgan menyebut kecocokan dengan rekan kolaborasi jadi syarat utama sebelum mulai bekerja bareng.

Kolaborasi lintas latar belakang itu mempertemukan penyanyi Afgan dengan aktor Maxime Bouttier dan Winky Wiryawan. Meski datang dari dunia yang berbeda, ketiganya sepakat tidak ada ego yang perlu ditahan saat masuk studio rekaman.

Afgan menuturkan, kecocokan dengan rekan kolaborasi adalah hal pertama yang ia cari sebelum memulai proyek bersama. Ia ingin setiap langkah terasa natural, bukan hasil pemaksaan ritme dari salah satu pihak.

"Karena nyambung sih sama mereka. Biasanya aku kalau kolaborasi harus nyambung dulu sama kolaboratornya, jadi semuanya terasa effortless, jangan dipaksain. Karena semakin effortless, karyanya tuh semakin organik gitu," kata Afgan saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Chemistry Terbentuk Tanpa Paksaan

Kedekatan yang terbangun membuat ketiganya meninggalkan ego masing-masing begitu masuk studio. Sesi rekaman jadi ruang bebas untuk menuangkan ide, tanpa beban dan tanpa rasa bersaing satu sama lain.

"Kita benar-benar nyambung banget karena satu visi. Kita di sini suka bermain dalam musik. We love being in the studio, itu kayak playground kita," ujar Afgan.

Suasana santai itu membuat mereka bekerja apa adanya. Menurut Maxime, kebebasan tersebut tercermin dalam warna kolaborasi yang terdengar di Aura karena setiap orang bisa menampilkan karakter aslinya tanpa ditahan.

"And we can be ourselves. Itu paling genuine self-nya kita kayaknya kalau kita di studio. Jadi mungkin itu yang ter-convey kalau kita ketemu bertiga," tutur Maxime.

Kebiasaan Akting Bantu Baca Karakter Rekan Kerja

Winky mengaitkan kecocokan kerja mereka dengan pengalaman di dunia akting. Terbiasa berada dalam ensemble cast membuat seseorang peka membaca karakter lawan main dan tahu kapan harus menahan diri demi keseluruhan karya.

"Karena kalau di akting itu kan di satu ensemble cast kita biasanya tahu bahwa ini akan works apa enggak sama lawan main kita. Kalau gua pribadi, gua bisa ngebaca orang biasanya," kata Winky.

Ia menambahkan, perbedaan gaya kerja yang sama-sama keras kerap memperpanjang proses kreatif. Sebaliknya, ketika semua pihak bisa menjaga keseimbangan, kolaborasi cenderung berjalan cepat dan produktif.

"Karena kalau ketemu keras sama keras, clash, gak akan jadi. Ada satu lagu gua sama musisi lain udah 8 bulan sampai sekarang gak jadi-jadi, karena gua udah turunin ego 10%, dia masih tetap gitu. Nah, ini gak terjadi sama sekali sama kita bertiga," ungkap Winky.

Lagu Aura menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin antara penyanyi dan aktor masih punya ruang di pasar musik Indonesia. Ketiganya berharap warna musik yang lahir dari pertemuan ini bisa diterima pendengar tanpa perlu dibandingkan dengan karya solo masing-masing.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: musik.kapanlagi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top